Fase grup Piala Presiden 2018 telah berakhir. Delapan tim pun dipastikan sudah mendapatkan tempat di babak delapan besar yang bakal digelar di Stadion Manahan, Solo, 3-4 Februari nanti.
Namun sebelum itu, menarik untuk mengulik pendapatan yang telah berhasil diraih 20 klub peserta sepanjang babak penyisihan grup. Seperti diketahui, pihak penyelenggara Piala Presiden 2018 memang menyiapkan subsidi dan match-fee di setiap pertandingan fase grup.
Untuk tuan rumah di lima kota, diberikan dana subsidi masing-masing sebesar Rp800 juta. Sedangkan klub yang tak menjadi tuan rumah mendapatkan subsidi travel (perjalanan) masing-masing sebesar Rp100 juta. Khusus Perseru Serui, mereka mendapatkan subsidi perjalanan Rp125 juta.
Terkait match-fee bagi klub di setiap pertandingan, tim yang menang mendapatkan Rp125 juta, jika imbang masing-masing meraih Rp100 juta, serta klub yang menderita kekalahan mendapatkan Rp75 juta.
Dari skema itu, Mitra Kukar dan Bali United menjadi klub yang terbanyak meraih match-fee dan subsidi di fase grup. Itu tak terlepas dari kedua klub tersebut yang bertindak sebagai tuan rumah berhasil menyapu bersih tiga laga di babak itu dengan kemenangan.
Total, kedua klub itu mampu meraup Rp1.175.000.000 hanya dari match-fee dan subsidi. Itu belum dihitung pendapatan yang mereka raih dari hasil penjualan tiket pertandingan.
Sedangkan klub yang mendapatkan match-fee dan subsidi paling sedikit adalah Martapura FC dan PSPS Riau. Itu lantaran mereka menderita tiga kali kekalahan di fase grup. Total, keduanya mendapatkan Rp325 juta.
Pada saat undian babak delapan besar dilaksanakan di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (31/1), ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait, pun memastikan kembali kepada seluruh klub peserta apakah mereka sudah menerima atau belum subsidi maupun match-fee yang dijanjikan. Hasilnya, semua klub yang hadir menjawab semua sudah dilunasi Organizing Committee Piala Presiden 2018.
Ini adalah salah satu bentuk transparansi yang dilakukan pihak penyelenggara. Karena itu merupakan salah satu visi dan misi dari digelarnya Piala Presiden 2018 ini.
Sementara itu, pundi-pundi materi klub yang berlaga di babak delapan besar juga akan bertambah. Pasalnya, pada babak perempat-final nanti, telah disepakati setiap klub yang menang akan mendapatkan Rp150 juta, sedangkan klub yang menderita kekalahan menerima Rp100 juta. Plus setiap klub akan mendapatkan subsidi akomodasi sebesar Rp100 juta.
Tentunya, ini akan menjadi salah satu nilai lebih dari Piala Presiden, yang bisa dibilang sebagai turnamen pramusim terbesar di Indonesia sejak pertama kali digelar pada 2015 lalu.
Goal Indonesia
