Atalanta akhirnya memutus tren negatif mereka belakangan ini ketika melawat ke Stadio Ezio Scida, markas Crotone.
La Dea sukses mengamankan kemenangan ketat, 2-1, setelah di dua laga sebelumnya menuai kekalahan. Hasil positif ini sekaligus membawa mereka merangsek ke posisi runner-up dengan mengumpulkan 12 poin dari enam pertandingan berlalu.
Atalanta hanya dipisahkan satu poin dengan AC Milan selaku pemuncak klasemen, akan tetapi tim terakhir masih memiliki satu laga yang belum dimainkan di pekan kali ini.
Ada pun Crotone, mereka semakin terpaku di dasar klasemen dengan nirkemenangan sejak memulai musim ini. Mereka baru mendapat satu poin, hasil dari bermain seri kontra sagn jawara Italia Juventus beberapa pekan lalu.
Setelah meraba-raba pertahanan Crotone, Atalanta memecahkan kebuntuan di menit ke-26. Berawal dari pergerakan Ruslan Malinovskyi, dia kemudian menjembatani Luis Muriel untuk mencetak gol pembuka.
Skor 1-0 membuat gairah para pemain Atalanta meningkat. Tujuh menit jelang paruh pertama rampung, papan skor berubah jadi 2-0 ketika kreasi Remo Freuler membuka jalan bagi Muriel untuk mengepak gol kedua bagi dirinya dan timnya.
Crotone mencoba bangkit di menit ke-40. Umpan matang Melo Vulic dikonversi dengan baik oleh Simeon Nwankwo untuk menyempitkan margin keunggulan Atalanta.
Skor akhir babak pertama 2-1.
Selepas interval, masing-masing tim melakukan perubahan. Gian Piero Gasperini berusaha untuk kembali melebarkan jarak dengan memainkan nama-nama eksplosif seperti Duvan Zapata dan Josip Ilicic.
Di kubu tuan rumah, mereka memasukkan Andrea Rispoli dan Luca Siligardi. Meski begitu, dari setiap peluang yang tercipta, kedua tim kesulitan untuk memanfaatkannya menjadi gol.
Tercatat, Atalanta total membuat 25 tembakan, berbanding hanya tujuh milik Crotone. Dari penguasaan bola juga La Dea unggul dengan memegang 60%, sisanya milik tuan rumah.
Namun, sepanjang 45 menit kedua, tak ada lagi gol tambahan maupun balasan. Keunggulan 2-1 berhasil dipertahankan Atalanta sampai wasit meniup peluit panjang.




