Mantan presiden Real Madrid Ramon Calderon masih merasa 'terluka' dengan keputusan yang dibuat Florentino Perez yakni menjual megabintang Cristiano Ronaldo ke Juventus dua musim lalu.
Calderon terheran-heran dengan tindakan yang diambil presiden terkini Los Blancos itu. Menurutnya, pemain kaliber Ronaldo haram hukumnya dijual.
Sebagaimana diketahui, sejak Ronaldo dilepas Madrid, klub ibu kota Spanyol cenderung mengalami kemerosotan. Meski musim lalu berhasil mengamankan titel La Liga, skuad Zinedine Zidane dipandang tak lagi segarang ketika zamannya Ronaldo.
Bagi Calderon, Ronaldo adalah ruhnya Madrid dan menjualnya adalah salah satu kekeliruan terbesar dalam sejarah klub.
"Dari penjualan bodoh Cristiano, klub sadar tim perlu perombakan di posisi itu dan posisi lainnya, tapi kenyataan yang menyedihkan adalah box itu bukan hanya kosong, tapi penuh dengan tagihan dengan jumlah 1.000 jutaan yang harus mereka bayarkan," cetus Calderon.
"Apa yang terjadi di laga kontra Shakhtar [Donetsk] dan Cadiz meninggalkan perasaan yang buruk, akan tetapi kami harus optimistis karena tim ini telah melalui momen-momen buruk seperti ini dan kita mampu mengatasinya sekalipun tentu perasaan sedang tidak bagus," paparnya.
Calderon kemudian berandai-andai, jika saja Ronaldo tampil bagi Madrid ketika tim bentrok dengan Shakthtar di laga pembuka Liga Champions, mungkin skuad Zidane tidak bakal mengernyitkan dahi di akhir laga.
Seperti diketahui, laga itu berakhir kemenangan 3-2 bagi raksasa Ukraina tersebut. Hebatnya, sang lawan meraih kemenangan ini di Santiago Bernabeu.
"Laga melawan Shakhtar tidak bagus, ada banyak blunder, tentu juga pemilihan line-up. Tapi secara khusus tidak ada yang patut disalahkan," sambung Calderon.
"Ini adalah akumulasi keadaan yang telah terjadi. Sejak penjualan bodoh Cristiano, tidak ada pemain yang bisa mencetak banyak gol," tandas sang mantan presiden.




