Cristian Romero telah mendapatkan kepastian mengenai cedera yang dialaminya dalam laga melawan Sunderland. Bek Tottenham Hotspur tersebut didiagnosis mengalami robekan kecil pada ligamen medial lututnya setelah menerima dorongan keras dari penyerang Sunderland, Brian Brobbey. Spurs kalah 1-0 dalam pertandingan tersebut dan kehilangan salah satu pemain andalannya akibat cedera.
Insiden tersebut terjadi pada menit ke-70 pertandingan. Setelah didorong oleh Brian Brobbey, Romero bertabrakan keras dengan kiper timnya sendiri, Antonín Kinský, yang mengakibatkan pemain asal Argentina itu mengalami cedera lutut. Bek tersebut meninggalkan lapangan dengan terlihat emosional.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Romero mengalami robekan kecil pada ligamen medial lututnya. Cedera ini diperkirakan akan membuatnya absen selama enam hingga delapan minggu. Dengan demikian, tampaknya ia tidak akan tampil lagi untuk Tottenham musim ini.
Namun, masih ada secercah harapan bagi pemain Argentina berusia 27 tahun ini menjelang Piala Dunia yang akan dimulai pada 11 Juni. Romero diperkirakan akan pulih tepat waktu untuk turnamen tersebut. Namun, klubnya harus bermain tanpa dirinya di fase krusial akhir musim ini.
Tottenham sedang dalam kondisi sulit dan saat ini berada di peringkat kedelapan belas di Liga Premier. Tim asuhan pelatih Roberto De Zerbi masih memiliki enam pertandingan untuk menghindari degradasi. Akhir pekan mendatang, mereka akan menghadapi laga penting melawan Brighton & Hove Albion.
Pertandingan melawan Sunderland ditentukan oleh gol bunuh diri, setelah tendangan Nordi Mukiele dibelokkan arahnya oleh Micky van de Ven. Bagi De Zerbi, ini merupakan pertandingan pertamanya sebagai pelatih Spurs, namun berakhir dengan kekecewaan. Akibatnya, klub tetap berada di bawah garis degradasi.
Setelah pertandingan usai, Brobbey mengunggah foto-foto pertandingan tersebut di media sosial, yang memicu banjir komentar. Selain ucapan dukungan, muncul pula ratusan pesan yang penuh kebencian dan bernuansa rasis, terutama dari Argentina. Sunderland kemudian melaporkan hal tersebut kepada polisi, platform media sosial, dan Liga Premier.





