Juru latih tim nasional Italia Antonio Conte tidak merasa malu setelah kalah dalam drama adu penalti yang membuat timnya tersingkir di babak perempat-final Euro 2016, Minggu (3/7) dini hari WIB.
Leonardo Bonucci membatalkan gol pembuka Mesut Ozil di Bordeaux, sehingga Jerman dipaksa bekerja lebih keras hingga ke perpanjangan waktu, namun skor 1-1 tetap tak berubah sampai 120 menit pertandingan.
Italia mengantungi rekor positif tak pernah kalah dari Jerman di turnamen mayor, pun dengan catatan manis selalu menang dalam drama adu penalti sejak 1976.
Tapi kali ini, Italia harus mengakui keunggulan Jerman dalam adu penalti yang menegangkan, dengan total tujuh pemain dari kedua tim gagal mencetak gol dan eksukusi Matteo Darmian menjadi penanda kegagalan La Nazionale, sesaat sebelum Jonas Hector mencetak penentu kemenangan untuk mengirim Jerman ke semi-final.
“Para pemain memberikan segalanya melawan tim yang sangat kuat,” ujar Conte kepada Rai Sport.
“Dikalahkan Jerman dalam adu penalti tidaklah memalukan, karena kami juga bisa lolos. Saya bangga dengan apa yang dilakukan para pemain ini.
“Sang juara dunia mengubah sistem mereka untuk kami dan itu sebuah alasan untuk berbangga.”
Lebih lanjut, pelatih yang akan membesut Chelsea musim depan ini tidak menyesal dengan akhir perjalanannya bersama Gli Azzurri.
“Penyesalan? Hanya untuk penalti, bukan usaha dan cinta yang mereka tunjukkan untuk jersey ini. Para pemain telah membuktikan segalanya dan memberikan semuanya.
“Saya tak suka membuat evaluasi, saya lebih suka meninggalkan itu untuk yang lain. Yang membuat saya terkesan adalah pengalaman dengan para pemain ini, membuat Italia dihormati dan ditakuti oleh semua orang.
“Kami berusaha dan membuat fans bangga terhadap kami. Kami membuat para pemain benar-benar sadar bahwa sebuah kebanggaan memakai jersey ini,” tandas eks pembesut Juventus ini.





