Hasil Clean Sheet Jadi "Barang Langka" Bagi Chelsea Polesan Frank Lampard

Komentar()
Thiago Silva Frank Lampard Chelsea 2020-21 GFX
Getty/Goal
Chelsea kembali memperlihatkan lemahnya pertahanan mereka ketika diberondong tiga gol oleh West Bromwich Albion, memperburuk rekor clean sheet tim.

Bisa dimaklumi bila pendekatan Frank Lampard di Chelsea adalah bermain menyerang, menyerang dan menyerang. Sang legenda The Blues , seperti diketahui, merupakan tipe gelandang pencetak gol semasa aktif bermain.

Tak heran ketika kubu Stamford Bridge terbebas dari hukuman transfer, Lampard langsung tancap gas, berbelanja dengan menitikberatkan pada perekrutan pemain-pemain bernaluri menyerang macam Hakim Ziyech, Timo Werner hingga Kai Havertz.

Namun di sisi lain, pertahanan Chelsea jadi yang paling rapuh di musim lalu untuk penghuni separuh atas klasemen dengan catatan kebobolan mencapai 54 gol - rekor negatif tersendiri - dan hasil clean sheet seolah jadi "barang langka" bagi Chelsea di bawah kepemimpinan juru taktik berusia 42 tahun itu.

Setidaknya, menurut catatan Opta , dari 21 pertandingan tandang terakhir bersama Lampard, The Blues gagal menorehkan hasil clean sheet dalam 20 pertandingan.

Kedatangan bek tangguh berpengalaman Thiago Silva dari PSG juga nyatanya tidak banyak membantu revolusi di lini pertahanan klub London Biru.

Thiago Silva, West Brom vs Chelsea, Premier League 2020-21

Justru veteran Brasil ini menjadi sorotan di The Hawthorns karena dia menjadi pemain pertama yang membuat error berujung gol dalam penampilan debut Liga Primer Inggris sejak Issa Diop ketika West Ham United melawan Arsenal, Agustus 2018. 

Sekali lagi, Chelsea polesan Lampard kembali memperlihatkan kelemahan mereka di sektor defensif tim. Menghadapi West Bromwich Albion, Tammy Abraham cs harus kecolongan tiga gol lebih dulu dalam laga yang berakhir seri 3-3.

Parahnya, Chelsea kebobolan tiga gol semua berasal dari blunder yang dibuat di sektor pertahanan mereka, yang menjadikan The Blues kocar-kacir mendapati gawang mereka dikoyak tiga kali di babak pertama.

West Brom mengawali pesta mereka di 45 menit pertama ketika Callum Robinson mencetak gol cepat di menit keempat. Si "CR7" kembali mencatatkan namanya di papan skor memasuki menit ke-25.

Hanya berselang dua menit dari gol kedua, Kyle Bartley membuat tuan rumah kian berada di atas angin ketika golnya mengubah papan skor berubah jadi 3-0. 

Ketiga gol ini langsung tercipta karena tiga error yang dibuat anak-anak Lampard. Yang lebih bikin geleng-geleng kepala, secara total angka itu menyamai blunder berujung kebobolan langsung yang mereka dapatkan di sepanjang musim 2019/20! Fakta ini semakin menandakan pertahanan Chelsea sedang dalam kondisi kritis.

Pada akhirnya, Mason Mount mencuat di menit ke-55 untuk memperkecil keadaan sebelum Callum Hudson-Odoi mempersempit jarak ketertinggalan menginjak menit ke-70.

Di masa injury-time , Abraham menyelamatkan wajah pasukan Lampard dari kekalahan berkat gol dramatisnya. Skor akhir pertandingan tiga sama.

Lampard Chelsea 2020

Di samping itu, Opta mencatat, Chelsea jadi tim yang paling banyak kebobolan gol dibandingkan tim lainnya ketika memainkan laga tandang sejak awal musim lalu, yakni menyentuh angka 42. 

Akan tetapi mereka beruntung, jadi tim pertama yang sukses bangkit dari ketertinggalan tiga gol di paruh pertama sejak West Ham United di 2011 - laga yang juga menghadapi West Brom di The Hawthorns dan juga berakhir sama kuat 3-3. 

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Hasil imbang ini belum mengangkat posisi Chlesea di klasemen sementara Liga Primer Inggris, di mana mereka menghuni enam besar dengan mengumpulkan empat poin dari tiga pertandingan - satu kemenangan, satu hasil seri dan satu kekalahan.

Berikutnya, Chelsea akan mendapatkan ujian sesungguhnya di musim ini ketika mereka melawat ke rumah Tottenham Hotspur, 3 Oktober mendatang.

Di empat laga pertama Chelsea di seluruh kompetisi musim ini, Lampard memang membuktikan Chelsea pendekatan menyerang olahannya telah menghasilkan 12 gol. Namun, delapan kali kebobolan harusnya menjadi alarm bagi dia untuk serius membenahi pertahanan tim, mumpung kampanye 2020/21 terhitung baru dimulai.

Tutup