Grup China Media Group menghentikan siaran pertandingan Real Madrid berikutnya, saat tim Los Blancos bertandang ke markas Racing Santander, pada pekan ke-11 La Liga Spanyol.
Kylian Mbappe, bintang Real Madrid, menghadapi kritik luas di China setelah tersebarnya potongan video dari program The Bridge, yang memperlihatkan pemain asal Prancis itu bercanda tentang pemimpin China terdahulu Mao Zedong, dan menyebutnya sebagai "diktator".
Jaringan RMC Sport menyebutkan bahwa sisa pertandingan pekan La Liga masih tercantum dalam jadwal siaran di platform Migu, yang bertanggung jawab atas penayangan acara-acara olahraga di China.
Pertanyaannya tetap, apakah pemboikotan ini akan mencakup seluruh pertandingan yang melibatkan Kylian Mbappe, termasuk laga-laganya bersama timnas Prancis, mengingat pertandingan Prancis berikutnya akan berlangsung pada 12 November mendatang.
Sembari menunggu kejelasan situasi, Mbappe masih menghadapi kritik luas, bahkan tampaknya ia perlahan menghilang dari ruang publik di China, dengan dihapusnya iklan-iklan yang menampilkan gambarnya, lenyapnya jerseinya dari pasar, serta pemblokiran akun-akunnya di jejaring media sosial.
Bahkan, situasinya sampai pada tahap di mana 3 perusahaan besar yang sebelumnya menggunakan nama dan gambar Kylian Mbappe mengumumkan pengakhiran kerja sama mereka dengannya secara langsung.
Pemerintah China juga menyatakan ketidaksenangannya, sebelum kemudian mengumumkan bahwa mereka menanggapi permintaan maaf Mbappe dengan serius.
Namun, permintaan maaf Kylian Mbappe hingga kini belum berhasil meredakan situasi di dalam China.



