Christos Tzolis NXGNGoal

Christos Tzolis - Youngster Yunani Incaran Manchester United

Sepak bola Yunani, dalam hal kompetisi internasional, tidak berada di tempat yang baik selama beberapa tahun terakhir.

Sejak mencapai fase gugur Piala Dunia 2014, mantan juara Eropa itu mengalami penurunan performa, dengan turnamen di Brasil menandai terakhir kali mereka mencapai turnamen besar.

Mereka telah berubah dari tim yang tak pernah lolos kualifikasi, masuk ke sepuluh besar peringkat dunia dan berada di peringkat kedua pada UEFA Nations League C Grup, mengungguli Kosovo dan Moldova.

Yunani sekarang berada di peringkat 53 dunia, dan meskipun bermain imbang dengan Spanyol di laga pembuka kualifikasi Piala Dunia, Jumat (26/3) WIB lalu, untuk lolos ke Qatar sepertinya tidak mungkin, dengan Swedia juga berada satu grup dengan mereka.

Tapi meski saat ini terlihat sangat menyedihkan, ada harapan bahwa anak muda berbakat asal Yunani dapat mengangkat derajat sepak bola negara selama dekade berikutnya.

Anak muda potensial itu adalah pemain sayap PAOK, Christos Tzolis, pemain yang telah dijuluki ‘Golden Boy’ oleh penggemar dan media.

Meskipun baru berusia 19 tahun pada Januari, Tzolis sudah memiliki enam caps internasional setelah debut pada Oktober tahn lalu melawan Austria.

Dia menjadi pemain termuda ketujuh yang pernah mewakili Yunani, dan memantapkan namanya sebagai harapan timnas dengan mencetak gol pada penampilan keduanya saat melawan Siprus pada bulan November.

Gol itu adalah satu dari 17 gol yang dia miliki untuk klub dan negaranya musim ini, dengan Tzolis muncul sebagai salah satu bomber yang patut diperhitungkan di Eropa setelah tampil mengesankan baik di dalam negeri maupun di kompetisi kontinental.

Christos Tzolis PAOK 2020-21Getty Images

Tzolis juga mencetak 10 assist, membuat tim-tim seperti Manchester United, Borussia Dortmund dan Borussia Monchengladbach menunjukkan minat pada remaja tersebut menjelang bursa transfer musim panas.

“Saya merasa terhormat bahwa tim besar itu dikaitkan dengan saya,” kata Tzolis dalam wawancara baru-baru ini dengan PAOK TV.

“Saya pemain PAOK. Saya ingin berkembang dan saya ingin tahun ini berakhir sebaik mungkin.

Tzolis pertama kali bergabung dengan PAOK saat berusia delapan tahun pada tahun 2010, setelah menghabiskan empat tahun sebelumnya mengasah kemampuannya dengan tim asal kampung halamannya Doxa Pentalofos.

Dia segera mengharumkan namanya, dengan satu penampilan luar biasa bersama klub U-12 saat mereka mengunjungi akademi La Masia Barcelona yang terkenal untuk pertandingan persahabatan.

Meskipun sebagian besar penonton mengharapkan tuan rumah menang dengan nyaman, namun tim tamu yang dipimpin oleh Tzolis menang 2-1, dengan penyerang tersebut mencetak gol luar biasa dari jarak 20 yard untuk gol pembuka PAOK.

Itu juga bukan terakhir kalinya dia menarik perhatian tim Catalan, karena Blaugrana dilaporkan sempat melakukan pendekatan dengan Tzolis pada usia 13 tahun setelah dia mencetak 11 gol dalam lima pertandingan di kompetisi akademi Lennart Johansson Trophy yang bergengsi.

“Saya telah bekerja di Spanyol selama bertahun-tahun, dan di akademi mereka saya belum pernah melihat seorang anak dengan naluri mencetak gol seperti itu,” kata Christodoulou Alexandrou, yang mengawasi perpindahan Tzolis ke akademi PAOK, kepada stasiun radio Yunani Metropolis 96.5.

“Mencetak gol baginya sangat mudah, dia memiliki DNA itu. Dia adalah anak yang tenang dan selalu senang saat berada di lapangan.”

Tzolis akhirnya meninggalkan PAOK pada 2016, tetapi alih-alih melalui transfer, ia malah pindah ke Jerman karena kondisi keluarganya, dan menghabikan dua tahun bermain untuk klub liga yang lebih rendah sebelum kembali ke Yunani.

Pada saat kembali ke Yunani, namanya meledak, mencetak 29 gol dalam 25 pertandingan untuk PAOK U-17 pada 2018/19 sebelum melanjutkannya dengan 19 gol dari 23 laga untuk U-19 di musim berikutnya.

“Dia tidak kembali dari Jerman dengan cara terbaik, tetapi PAOK memanfaatkan situasinya dan memberinya kesempatan untuk menunjukkan seperti apa dia hari ini,” kata Angel Zazopoulos, yang melatih Tzolis selama tiga tahun pertamanya di PAOK, kepada Gazzeta.gr.

“Dia adalah salah satu pemain muda langka yang memiliki semua atribut sebagai seorang penyerang. Dia pasti akan memiliki perkembangan yang baik dalam karier sepak bolanya.”

Performa seperti itu di usianya saat itu membuat Tzolis dipanggil untuk berlatih dengan tim utama pada Januari 2020, tetapi ia baru menjalani debutnya setelah kompetisi kembali bergulir, karena sempat tertunda akibat pandemi Covid-19, dengan turun dari bangku cadangan pada akhir musim di bulan Juni dari Olympiacos.

Seperti karier internasionalnya, penampilan senior keduanya menghasilkan gol. Kali ini melawan OFI, meskipun itu menjadi satu-satunya gol dalam sembilan pertandingan sebelum musim berakhir.

Tetapi semua keraguan yang ditujukan padanya telah ia bantah dalam pertandingan pembuka PAOK musim ini.

Menghadapai raksasa Turki Besiktas dalam kualifikasi Liga Champions leg pertama pada akhir Agustus, Tzolis mencetak dua gol dan memberikan assist untuk gol ketiga saat tim Yunani tersebut menang 3-1.

Meskipun akhirnya mereka jatuh ke Liga Europa, kontribusi pemain muda tersebut – yang sebagian besar bermain di sayap kiri dan telah dibandingkan dengan Timo Werner karena kecepatan dan kemampuan penyelesaian akhirnya – terbukti menjadi ancaman di kompetisi klub sekunder di benua Eropa, karena Tzolis mencetak tiga gol dan memberikan dua assist selama fase grup.

Dia telah mempertahankan performa itu pada tahun 2021, di mana dia telah mencetak satu gol setiap pertandingan domestik sejak pergantian tahun. Meskipun mereka gagal memenangkan liga, PAOK telah mencapai semi-final Piala Yunani berkat lima gol di tiga pertandingan yang dijalani Tzolis.

“Di awal tahun, saya tidak mengharapkan ini akan terjadi,” kata Tzolis. “Tujuan saya adalah mendapatkan sebanyak mungkin menit bermain bersama tim.”

“Saya berterima kasih kepada pelatih atas kepercayaan mereka, dan untuk golnya, saya ingin berterima kasih kepada rekan satu tim saya atas assistnya!”

Apa yang terjadi di akhir musim untuk Tzolis masih harus dilihat. Selain klub-klub top di Inggris dan Jerman, klub Belgia, Club Brugge, yang dilaporkan telah gagal mencapai kesapakatan, akan mencoba kembali di musim panas ini.

Klub mana pun yang tertarik kemungkinan harus merogoh kocek sekitar €20 juta, dengan kontrak Tzolis yang berlaku hingga 2024, dan tidak berisi klausul.

“Saya sangat menyukai liga Inggris,” kata Tzolis pada jumpa fans PAOK secara online pada Februari ketika ditanya tentang masa depannya. “Levelnya tinggi, dan saya pikir liga Jerman berada pada level yang sangat bagus juga. Saya akan memilih dua liga ini untuk destinasi berikutnya.”

Jika dia mencapai level paling atas, maka Yunani pasti akan memiliki pemain menyerang untuk membangun tim. Namun, apakah mereka bisa memanfaatkan situasi ini?

“Saat dia dewasa, dia akan memiliki peran utama,” jelas Zazopoulos. “Masalah terbesar terkait perkembangan pemain muda yang memiliki bakat seperti itu adalah, di Yunani kami belum menemukan cara untuk memanfaatkan mereka.”

Mengingat potensi Tzolis, sepak bola Yunani mulai belajar cara terbaik untuk memanfaatkan bakatnya dalam waktu dekat. (*/Yos)

Iklan
0