Romelu Lukaku Chelsea Manchester City Premier League 2021-22Getty/GOAL

Nasib Chelsea Pasca-Kalah Dari Man City, Perburuan Gelar Buyar?

Manchester City memupuskan harapan gelar Liga Primer Inggris bagi Chelsea yang tampil compang-camping. The Citizens menang 1-0 di Etihad, Sabtu lalu. Skuad arahan Pep Guardiola tampil jauh lebih dominan daripada yang ditunjukkan oleh skor akhir.

Thomas Tuchel kini pun harus mempertimbangkan implikasi kekalahan dari tim terbaik di Inggris tersebut.

Musim lalu, pelatih asal Jerman itu memenangkan tiga pertandingan berturut-turut melawan Pep, yang berpuncak pada trofi Liga Champions di Lisbon, Mei lalu.

Namun, setelah dipermalukan City di Stamford Bridge pada September lalu, The Blues dikalahkan lagi di Manchester dengan cara sepihak nan mencemaskan, dengan ditandai gol sensasional Kevin De Bruyne.

Chelsea datang dan tahu bahwa kemenangan sangat penting jika mereka ingin menjaga kans mereka untuk mengangkat trofi Liga Primer pertama sejak 2017.

Masalahnya, kubu London tidak pernah terlihat bakal menang sepanjang laga. Statistik juga menegaskan, mereka bahkan tidak bisa melepaskan sebiji pun tembakan tepat sasaran pada babak pertama.

Chelsea memang memiliki satu peluang bagus setelah turun minum, tapi penyelesaian akhir Romelu Lukaku dapat diprediksi oleh Ederson.

Sebelumnya, bomber yang didatangkan senilai £97,5 juta dari Inter itu telah bermasalah sesi wawancara tanpa izin dengan Sky Sport Italia saat ia menyatakan cinta pada mantan klubnya.

Romelu Lukaku Manchester City Chelsea Premier League 2021-22 GFXGetty/GOAL

Meskipun Lukaku telah meminta maaf atas tindakannya tersebut, ia kembali menjadi sasaran kritik. Performanya baru-baru ini belum cukup untuk mengakhiri perdebatan tentang nilai transfernya bagi Chelsea.

Lukaku, bersama dengan penyerang The Blues lainnya, nyaris tidak bisa menembus pertahanan yang digalang Aymeric Laporte dkk.

Harap diingat, Lukaku diharapkan menambah dimensi baru pada serangan The Blues, tapi dia baru mampu mencetak delapan gol dalam 21 penampilan di lintas ajang musim ini.

Sejumlah opini menyebut bahwa bomber asal Belgia itu dibiarkan terisolasi di depan, tapi Tuchel agaknya tidak sependapat dengan anggapan tersebut.

“Romelu terkadang perlu melakukan servis [sendiri],” ucap Tuchel pasca-pertandingan kepada BT Sport.

“Dia banyak kehilangan bola dalam situasi yang sangat menjanjikan dan dia memiliki peluang besar [yang disiakan].”

“Tentu, kami ingin melayaninya, tapi dia adalah bagian dari tim, dan kami seharusnya dapat melakukan jauh lebih baik dengan kinerja kami di lini serang.”

“Kami tidak akan pernah menyerah, tapi jika City terus memenangkan setiap pertandingan, tidak ada yang bisa mengejar mereka,” tambahnya.

Chelsea kini tertinggal hingga 13 poin dari City yang kokoh di puncak klasemen sementara. Meski begitu, The Pensioners masih berada dalam posisi yang oke untuk memenangkan dua trofi pada akhir Februari [Piala Dunia Antarklub dan Piala Liga Inggris]. Di samping itu, mereka juga tetap jadi favorit di Liga Champions dan Piala FA.

Jika tim seperti Manchester United, Arsenal, dan Tottenham Hotspur konsisten memenangkan laga masing-masing, mereka akan mendekati Chelsea, yang kini berada di peringkat ketiga di bawah Liverpool.

Dengan tiga tim dengan jadwal yang tidak sesibuk Chelsea tersebut, skuad Tuchel dapat dengan mudah tersedot ke dalam pertempuran brutal lainnya untuk finis empat besar.

Ketika ditanya tentang apakah kini Chelsea melihat ke tangga klasemen di bawahnya, bukan lagi ke atas, Tuchel menjawab dengan defensif.

"Kenapa kami harus melihat? Jika Anda mendengarkan dengan seksama apa yang kami katakan, satu-satunya tempat yang kami lihat adalah posisi kami sendiri,” ujar Tuchel dalam sesi jumpa pers selepas pertandingan.

"Saya tidak punya waktu untuk melihat jadwal atau tabel. Saya tidak mengerti pertanyaannya tapi ya, ini adalah bagian dari menjadi tim papan atas. Anda akan terus diburu. Ini adalah Liga Primer,” pungkasnya.

Chelsea mungkin adalah juara bertahan Eropa, tapi mereka hanya berhasil menembus empat besar dalam tiga musim terakhir dan berpotensi berada dalam posisi yang sama sulitnya pada musim ini.

Harapan gelar Liga Primer untuk The Blues tampak berakhir pada Sabtu sore di Etihad, tapi pertarungan berdarah di Liga Champions akan segera dimulai.

Iklan