Chelsea harus berusaha keras meyakinkan Julian Nagelsmann jika ingin menjadikan pelatih 35 tahun tersebut pengganti Graham Potter sebelum akhir musim ini.
Rezim penuh bencana Potter di Stamford Bridge akhirnya tamat pada Senin (3/4) dini hari WIB, hanya selang beberapa waktu setelah The Blues tumbang 2-0 di tangan Aston Villa. Hasil tersebut membuat Chelsea terlempar dari 10 besar dan membahayakan asa mereka untuk tetap berkompetisi di Eropa musim depan.
Laga penting melawan Real Madrid di perempat-final Liga Champions sudah di depan mata dan Todd Boehly enggan menjalani partai tersebut tanpa mendapatkan pengganti permanen Potter.
Nagelsmann, yang baru saja dipecat Bayern Munich meski Die Roten masih bisa meraih treble, mencuat menjadi kandidat utama penerus Potter.
Bekas pelatih Hoffenheim dan RB Leipzig itu sedang berlibur dan, menurut Gianluca Di Marzio, lebih memilih untuk menunggu sampai musim panas sebelum kembali bekerja, alih-alih bergabung dengan Chelsea saat ini.
Kendati demikian, Evening Standard mengklaim bahwa Nagelsmann tertarik pada pekerjaan pelatih kepala di Stamford Bridge meski kedua belah pihak belum menjalin kontak.
Chelsea dimengerti menyukai kualitas Nagelsmann dan akan berusaha keras untuk meyakinkannya segera mengambil tampuk kepelatihan di London barat, sembari tetap mempertimbangkan alternatif.
Mauricio Pochettino dan Zinedine Zidane, juga bekas pelatih timnas Spanyol Luis Enrique, tengah menganggur dan diduga lebih cocok dengan tekanan yang dibebankan kepada seorang manajer Chelsea.




