Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Tammy Abraham Chelsea 2019-20Getty Images

Jadi Sasaran Rasisme, Tammy Abraham: Saya Ingin Bungkam Para Pembenci!

Striker muda Chelsea, Tammy Abraham menyebut dirinya adalah sosok yang positif dan bertekad membungkam para pembenci setelah menjadi korban rasisme di dunia maya.

Pemain berusia 21 tahun tersebut menjadi korban aksi rasisme dari beberapa orang setelah dianggap menjadi biang kekalahan The Blues, karena eksekusi dalam drama adu penalti yang gagal membuat Liverpool memenangkan Piala Super UEFA.

Insiden itu mengundang reaksi keras dari organisasi antirasisme, Kick It Out, sementara Liga Primer Inggris berjanji akan menindak tegas para pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut.

"Banyak hal terjadi dalam sepakbola. Sayangnya saya berada di pihak korban," ungkap Abraham kepada Sky Sports News, setelah bermain saat Chelsea ditahan imbang 1-1 oleh Leicester City, Minggu (18/8) kemarin.

"Saya punya pengalaman menjadi eksekutor penaldi di bawah tekanan dan menyelesaikannya dengan baik. Sayangnya, saat itu saya gagal."

"Saya menerima beberapa pelecehan tapi saya adalah sosok yang positif. Saya tidak mendengarkan ocehan sampah, orang-orang yang mencoba untuk menjatuhkan. Saya hanya berusaha menjaga fokus dan melanjutkannya."

Abraham justru termotivasi dengan pelecehan yang dialaminya dan bertekad untuk membungkam para pembenci dirinya dengan pembuktian kualitas.

"Anda hanya merasa ingin membungkam para pembenci," lanjutnya. Anda hanya ingin melakukan bagian di lapangan dan membiarkan [kualitas] sepakbola yang berbicara."

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google