ArsenalArsenal

"Welcome To Championship" - Jalan Keluar Anti Degradasi Untuk Arsenal

Kehilangan organisasi permainan, tak ada kedisiplinan, pudarnya kepercayaan diri, tanpa determinasi, semua bercampur aduk dalam tim Arsenal saat ini. Bahkan, boleh dibilang, The Gunners pimpinan Mikel Arteta jauh lebih parah dibandingkan saat dikomandoi Unai Emery.

Pelatih 39 tahun itu sempat memberi potret meyakinkan Arsenal racikannya, yang mampu bersaing dengan tim-tim top dengan sumber daya yang lebih baik: sukses menumbangkan Manchester City dan Chelsea untuk memenangkan Piala FA di pengujung musim 2019/20, yang juga dalam periode itu mereka berhasil mengalahkan bakal juara Liga Primer Inggris, Liverpool. 

Musim 2020/21, beberapa episode serupa juga ditampilkan anak-anak Arteta ketika berhasil menaklukkan Chelsea di laga kandang-tandang, tak terkecuali kemenangan minimalis 1-0 di Old Trafford atas Manchester United dan hanya kalah ringan 1-0 dari Man City di Etihad.

Kalah dalam 13 pertandingan Liga Primer musim lalu dan menempati posisi kedelapan klasemen akhir harusnya jadi alarm keras bagi Arteta, dan terbukti di kampanye musim 2021/22 ini, mantan kapten The Gunners itu kehilangan sentuhannya dalam mengimplementasikan struktur dasar tim. Nirpoin, nirgol, tiga kekalahan beruntun di tiga laga awal -- catatan terburuk pertama kalinya dalam sejarah klub sejak 1954 -- dan berada di posisi dasar klasemen, inilah Arsenal saat ini.

Olok-olok "welcome to Championship" untuk Arsenal dari netizen di berbagai penujuru dunia tak terhindarkan. Lantas, apa yang sekarang harus dilakukan klub London utara tersebut agar keluar dari jerat degradasi? Goal Indonesia coba memberikan jalan keluar.

Arsenal klub historis, butuh pelatih berpengalaman

September tahun lalu, Arsenal secara efektif mempromosikan jabatan Arteta dari "pelatih kepala" menjadi "manajer", sebagai bentuk pengakuan atas kemajuan tentatif klub.

Namun, dengan segala prahara yang terjadi di Arsenal saat ini, Arteta tampak kesulitan untuk membalikkan keadaan, mengingat dia memang tak memiliki pengalaman sebagai seorang manajer dalam menghadapi berbagai tekanan dan situasi terburuk klub.

Pengalaman terbaik Arteta di dunia manajerial sebatas jadi asisten pelatih Pep Guardiola di Manchester City. Itu saja tidak cukup, mengingat Arsenal adalah klub bersejarah, punya pengalaman panjang di Liga Primer bahkan kancah Eropa. Dengan kata lain, klub sebesar ini butuh pelatih sarat pengalaman.

Belakangan, Arsenal dikaitkan dengan Antonio Conte, pelatih yang telah mengecap kejayaan di berbagai klub top yang ditanganinya seperti Juventus, Chelsea dan Inter Milan.

Antonio Conte - Inter MilanGetty Images

Penunjukan pelatih yang di musim perdananya di Liga Primer langsung juara itu akan menjadi kado terindah bagi seluruh fans Arsenal. Namun, tampaknya petinggi The Gunners masih lebih percaya proses bersama Arteta.

Ketepatan taktik dan pemilihan starting XI 

Arteta sebetulnya punya stok pemain yang cukup berkualitas. Okelah saat ini dia tengah dipusingkan meramu starting XI yang tepat di tengah keterbatasan pemain yang tersedia, misalnya absensi duo bek sentral berbakat, Gabriel Magalhaes-Ben White, dan gelandang andalan Thomas Partey. Namun, Arteta justru mengadopsi permainan yang tak didukung dengan potensi pemain-pemain yang tersedia di skuadnya saat ini.

Di Etihad semalam, Arteta malah memakai formasi yang terbilang absurd: 5-4-1.

Sepanjang pramusim lalu, Arsenal tampak akan memberi kesempatan untuk Sead Kolasinac mengamankan banyak menit bermain di sektor bek kiri. Namun, secara mengejutkan, Arteta malah memasukkannya di barisan tiga bek sentral di sebelah kiri saat meladeni Man City. Pablo Mari yang berposisi natural sebagai CB, justru ditinggalkan di bangku cadangan.

arsenal-smith-low-lokonga(C)Getty Images

Sementara posisi wing-back kanan diberikan untuk Cedric Soares, Granit Xhaka dibiarkan sendirian sebagai poros tunggal di lini tengah, membelakangi trio attacker Bukayo Saka, Martin Odegaard dan Emile Smith-Rowe. Padahal, Arteta bisa menduetkan Xhaka dengan Albert Sambi Lokonga, rekrutan anyar yang sebetulnya menunjukkan penampilan menjanjikan di dua laga awal Liga Primer. Eks Anderlecht ini malah tak dimainkan sama sekali dari bangku cadangan. Padahal lawan yang dihadapi mereka adalah the best passers di Liga Primer dan pertarungan di lini tengah bisa menjadi kunci laga.

Kejelian Arteta dalam melihat sumber daya yang dimilikinya akan menentukan seberapa jauh Arsenal akan bersaing di musim ini.

Suntikan tenaga baru di lini serang

Abaikan kemenangan dengan skor tebal 6-0 di Piala Liga Inggris kemarin. Toh lawan yang dihadapinya juga West Bromwich Albion, di mana sebagian fans Arsenal malah menyebut kemenangan ini wajar karena sang lawan memasang para pemain reserve, sementara The Gunners menurunkan sebagian besar pemain intinya.

Betapa mirisnya ketika melihat Arsenal yang dahulu digadang-gadang sebagai tim dengan permainan paling cantik di Liga Primer, kini benar-benar buntu untuk mencetak satu pun gol setelah menjalani tiga pertandingan awal. Ya, benar-benar tanpa gol.

Setelah dilibas tim promosi Brentford 2-0, Arsenal juga tak mampu mencetak gol saat dihantam rival London Chelsea 2-0 dan terbaru babak belur di kota Manchester 5-0.

Arteta memang mulai menyadari lini serangnya butuh penyegaran, dengan sang pelatih telah memasukkan duo penyerang senior tim, Pierre-Emerick Aubameyang dan Alexandre Lacazette, ke dalam daftar jual klub karena dinilai masanya sudah habis. Arteta telah mengonfirmasi, pihaknya belum menghentikan aktivitas di bursa transfer musim panas ini setelah mengeluarkan £140 juta pada diri Ben White, Nuno Tavares, Albert Sambi Lokonga, Aaron Ramsdale dan Martin Odegaard. 

Arsenal-aubameyang-lacazette-202108250900(C)Getty Images

Beberapa nama potensial dikaitkan dengan Arsenal, mulai dari Lautaro Martinez, Tammy Abraham -- telah resmi dipinang AS Roma -- bahkan nama beken seperti Antoine Griezmann.

Menurut rumor yang berkembang, setidaknya akan ada satu wajah baru lagi yang akan tiba di Emirates Stadium saat deadline day nanti seandainya klub berhasil melego beberapa pemain senior terlebih dahulu. Sudah menjadi tradisi Arsenal pula membuat kejutan di hari tenggat transfer, bukan?. Siapa yang akan datang? Menarik untuk dinanti.

Iklan

ENJOYED THIS STORY?

Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

0