Adriano InterGetty

Cerita Titik Awal Kejatuhan Adriano, Nama Jose Mourinho Dibawa-bawa

Eks penyerang Inter Milan dan timnas Brasil Adriano mengungkapkan kisah titik awal kehancuran kariernya. Nama Jose Mourinho pun dibawa-bawa olehnya.

Keduanya memang pernah bahu-membahu bersama di Giuseppe Meazza. Bahkan, Adriano memenangkan Scudetto di bawah komando pria Portugal tersebut dalam musim debutnya. 

Namun, suatu ketika Adriano mengalami depresi. Alih-alih Mourinho menjadi motivator yang bisa mengangkat kembali morilnya, sang striker malah disuruh berlatih terpisah dari rekan-rekan setimnya.

"Mourinho pernah melihat saya sedang bersedih," Adriano mengawali cerita dalam wawancaranya dengan ESPN.

"Dia pun meminta saya untuk berlatih secara terpisah," jelasnya.

Semenjak sesi latihan terpisah itu, Adriano merasa mulai dianaktirikan oleh Mourinho. Namun, penyerang bongsor ini berupaya untuk berprasangka baik pada pelatihnya itu.

Harapannya, Mourinho bisa melibatkan dirinya ketika menghadapi agenda besar: laga versus AS Roma.

"Di suatu hari, pada hari Kamis, saya mempelajari bahwa saya kemungkinan bisa mendapatkan kembali kepercayaan untuk pertandingan berikutnya. Namun, di hari kemudian, tidak terjadi seperti yang diharapkan," kenangnya.

"Ketika itu adalah kunjungan ke Roma, dan saya tidak dilibatkan dalam skuad," tegas Adriano.

Adriano hanya bisa geram, dan akhirnya meyakini bahwa Mourinho benar-benar tak lagi membutuhkannya di kesebelasan Inter. 

"Saya sangat marah saat itu," urainya.

Adriano sempat mencurahkan rasa sedihnya kepada koleganya yang berasal dari Amerika Latin seperti Javier Zanetti, sekarang menjabat wakil presiden Inter, dan Ivan Cordoba.

Dia sebetulnya mencintai Inter dan para pemain di tim juga menyayangi Adriano. Namun, pria kelahiran Rio de Janeiro itu menyadari, selama Mourinho berkuasa di Giuseppe Meazza, maka dia tidak akan memiliki masa depan cerah.

"Saya bicara dengan Javier Zanetti dan Ivan Cordoba, berpikir bahwa saya mungkin akan hengkang [di bursa transfer]," lanjut Adriano.

"Semua pemain menyambangi rumah saya, setelah itu mereka semua meminta agar saya bertahan di klub. Akan tetapi, saya sadar bahwa saya tidak bisa bertahan karena pasti akan ada campur tangan dia [Mourinho]," pungkasnya.

Setelah itu, Adriano memang tak lagi mencuat di tim inti Inter. Di musim kedua Mourinho -- periode treble winners -- Adriano telah meninggalkan Nerazzurri untuk bergabung Sao Paulo sebagai pemain pinjaman.

Namun, bisa dikatakan itu adalah titik kehancuran karier Adriano, sebab selepas kepergiannya dari Inter, namanya semakin tenggelam meski sempat berpindah-pindah klub mulai dari Flamengo, kembali ke Serie A dengan gabung Roma hingga memperkuat beberapa klub Brasil tetapi jasanya tak pernah terpakai.

Iklan
0