CEO PSIS Semarang, AS Sukawijaya, menyesalkan adanya bentrokan antarsuporter yang sama-sama mendukung Mahesa Jenar saat menjamu Persis Solo di Stadion Jatidiri, Senin (21/8) sore WIB.
Bentrokan itu pecah saat jeda babak pertama. Dua kelompok suporter PSIS di tribune utara dan timur, Snex dan Holigan, terlibat tawuran dan saling lempar batu. Tidak diketahui penyebab bentroknya suporter tersebut.
SIMAK JUGA: PSIS Menangkan Derby Jawa Tengah
Gas air mata pun dilontarkan kepolisian, namun tidak bisa meredakan aksi tersebut. Akibat bentrokan ini, belasan suporter harus dirawat karena kepalanya bocor terkena batu.
“Saya menyesalkan kejadian tersebut. Seharusnya kedua suporter saling mendukung PSIS. Ini pekerjaan rumah manajemen untuk menyatukan mereka kembali,” kata pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi ini.
SIMAK JUGA: Liga 2: Mereka Yang Ke 16 Besar & Yang Terdegradasi
Sementara itu, kemenangan tipis 1-0 atas Persis lewat gol kapten Haudi Abdillah pada menit ke-45 memastikan PSIS merebut tiket 16 Besar Liga 2. Raihan poin 31 tidak mungkin terkejar peringkat tiga PSIR Rembang yang mengoleksi nilai 25, walau menyisakan satu pertandingan lebih banyak.
“Kami berhasil revans, dan memastikan 16 besar. Persis memberikan tekanan di babak kedua yang membuat kami kewalahan. Sekarang tinggal fokus di laga sisa, karena kami ingin menjadi juara grup,” ujar pelatih PSIS Subangkit.
SIMAK JUGA: Persis Alihkan Fokus Hadapi PSIS
Di lain sisi, kekalahan dari PSIS membuat Persis harus memenangi satu dari laga tersisa agar tidak terkejar PSIR. Saat ini, selisih poin antara Persis dan PSIR hanya terpaut dua.
“Kami mencoba strategi bertahan pada babak pertama. Cukup bagus, hingga kecolongan di akhir babak pertama. Kedua tim bermain terbuka. Tapi wasit merusak pertandingan,” ucap arsitek Persis Widyantoro. (gk-18)

