Berita Live Scores
Paul Pogba

CATATAN: Pelajaran Berharga Untuk Paul Pogba & Antoine Griezmann

18.26 WIB 16/06/16
Paul Pogba Antoine Griezmann
Dicoretnya nama Pogba dan Griezmann dari starting XI merupakan langkah berani dari Deschamps, tapi sejatinya sang pelatih mengirimkan pelajaran tersirat untuk keduanya.

Ketika susunan pemain lawan Albania diumumkan, ada kejutan yang diberikan oleh kubu Prancis. Didier Deschamps melakukan langkah berani dengan mencadangkan Paul Pogba dan Antoine Griezmann. Kedua pemain itu digantikan oleh Anthony Martial dan Kingsley Coman seiring Deschamps menerapkan formasi 4-2-3-1 melebar.

Keputusan ini mungkin sudah diramalkan oleh beberapa pengamat sepakbola. Pogba dan Griezmann tampil di bawah rata-rata dalam kemenangan 2-1 atas Rumania di laga pembuka Euro 2016. Keduanya bahkan tidak bermain penuh dalam pertandingan tersebut. Padahal, bintang Juventus dan Atletico Madrid itu disebut-sebut sebagai tulang punggung Les Bleus di kompetisi musim ini.

Deschamps langsung saja memberikan pelajaran pada kedua pemain tersebut. Laiknya ayah yang menghukum putranya, sang pelatih memaksa Pogba dan Griezmann menonton dari bangku cadangan. Deschamps berharap keduanya mencari apa yang kurang dan apa yang bisa mereka berikan ketika menghadapi pertahanan rapat Albania.

Pemandangan selama 45 menit di Stade Velodrome memang bukan hal yang diidamkan oleh Les Bleus. Prancis terlihat payah selama babak pertama dan Deschamps berkali-kali geleng-geleng kepala. Formasi 4-2-3-1 memang memberikan kekuatan lebih di lini tengah dan seharusnya ada ruang kreativitas di kedua sayap, tapi Martial dan Coman kesulitan menembus tembok Albania.

Tidak ada naluri pembunuh dan peluang emas dalam periode tersebut. Aluran kreativitas mampet dan Dimitri Payet kelihatan seperti bekerja keras sendirian ketika Prancis membawa bola. Untuk melengkapi kepayahan itu, Olivier Giroud dkk bahkan tidak mencatatkan satu tembakan akurat jua selama babak pertama – catatan buruk yang terakhir kali dicatatkan Prancis di Euro 2008.

Adapun Adil Rami menilai hal ini sebagai masalah mental. “Ini mungkin adalah masalah mental. Kami mengawali pertandingan dengan kekhawatiran ketika menghadapi tim dengan pertahanan agresif yang bermain bagus sebagai kesatuan,” ungkap bek tengah Sevilla itu. “Di babak kedua, kami kembali dengan lebih banyak karakter, lebih banyak rasa lapar, dan agresi.”

Sesuai dengan kata Rami, Prancis tampil lebih ekspresif di babak kedua. Deschamps menarik keluar Martial yang melempem dan mengembalikan Pogba ke tempat seharusnya ia berada. Jendral lapangan tengah Juventus itu diberi peran sebagai salah satu kreator lini tengah sementara Payet dikirim ke sayap, Prancis kembali memainkan formasi 4-3-3.

Pogba memberikan napas segar bagi permainan Les Bleus. Ia nyaris mencetak gol saat berlari menyambut umpan silang Payet. Sayang, pijakan sang gelandang kurang tepat sehingga sepakan volinya malah melambung ke atas mistar – dan ia sendiri terjerembap ke rumput lapangan. Selanjutnya, ia turut berperan dalam kreasi peluang, tapi tak ada naluri pembunuh yang terlihat dalam tembakannya.

Masih kekurangan naluri pembunuh, Deschamps akhirnya memainkan Griezmann juga. Bintang Atletico itu masuk menggantikan Coman yang tampil gemilang, tapi minim sentuhan bijak. Dampaknya langsung terasa di kubu Prancis dan setelah melalui laga selama 71 menit tanpa tembakan ke gawang, akhirnya Griezmann melepaskan tembakan akurat – harapan baru bagi Prancis.

Siapa sangka Albania justru melakukan pergantian yang menjadi senjata makan tuan. Arlind Ajeti yang tampil gemilang membungkam daya gedor Prancis ditarik keluar karena tampak kelelahan dan digantikan oleh Freddie Veseli. Di titik itulah serangan Prancis yang tak kenal lelah mulai membuahkan hasil.

Griezmann mencetak gol pembuka Prancis di menit ke-90. Ia melihat ruang kosong dan berlari untuk menanduk umpan silang Rami ke gawang Albania. Prancis gegap gempita, tapi pesta mereka belum usai.

Enam menit setelah waktu normal, giliran Pogba yang memberikan pengaruhnya. Mantan gelandang Manchester United itu melambungkan umpan panjang sebagai awal dari serangan balik Les Bleus. Andre-Pierre Gignac menyambut, lalu memberikannya pada Payet yang melakukan tugasnya dengan baik dengan mencetak gol pengunci kemenangan.

Griezmann dan Pogba yang dicadangkan memberi dampak positif dalam pertandingan ini. Setelah menonton laga dari bangku cadangan, keduanya mungkin mendapatkan titik cerah. Deschamps mengakui bahwa keputusan yang ia ambil tidaklah mudah, namun ini bisa menjadi batu lompatan penting bagi performa keduanya.

"Dengan Antoine Griezmann, saya tahu dia tidak senang, begitu juga Paul Pogba, tapi ia tampil baik. Ia [Griezmann] bermain 60 menit pada pertandingan pertama dan saya tahu dia sangat bagus saat masuk dari bangku cadangan,” ungkap mantan pelatih Juventus dan Marseille ini.

"Ia bermain selama setengah jam malam ini dan menghasilkan perbedaan meskipun saya tahu dia lebih suka mengawali laga. Sering kali pemain yang masuk dari bangku cadangan bisa menghasilkan perbedaan. Jadi bila seseorang tidak berada di level yang biasanya saya memiliki opsi di bangku cadangan untuk menghasilkan perbedaan."

Kemenangan 2-0 yang dicatatkan oleh Prancis atas Albania memang jauh dari sempurna. Lagi-lagi Les Bleus harus mengandalkan keajaiban menit akhir untuk mendapatkannya atau bisa juga disebut keberuntungan. Adapun Griezmann dan Pogba tentu mendapatkan pelajaran dari Deschamps, bahwasanya sang pelatih tidak segan mencadangkan bintangnya.

Namun di sisi lain, Deschamps turut menyampaikan secara terselubung bahwa Prancis membutuhkan kedua bintang itu di performa terbaiknya, performa yang memberikan dampak nyata bagi tim seperti yang dilakukan Payet. Keduanya harus segera mengklaim tempat utama dan menyajikan keajaiban yang mereka sajikan di level klub jika Prancis ingin mengklaim trofi Euro 2016.