OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitter
Teknologi Video Assistant Referee (VAR) kini sudah menjadi fenomena baru di dunia sepakbola. Permainan jadi lebih adil, karena wasit akan melihat video tayangan ulang sebuah insiden ketika alami keraguan.
Setelah FIFA menerapkannya di ajang Piala Konfederasi 2017 lalu, banyak liga top dunia juga mengikuti langkah tersebut. Contohnya Bundesliga Jerman, Serie A Italia, hingga Ligue 1 Prancis.
Namun beberapa kritik hadir, yang menilai VAR telah menghilangkan nilai seni dari sepakbola yang biasanya dibumbui kontroversi. Selain itu pengambilan keputusan oleh wasit juga kerap berlangsung terlalu lama.
Getty ImagesPelatih flamboyan asal Italia, Carlo Ancelotti, kemudian menyerang para peragu dan pihak-pihak yang menolak kehadiran VAR. Dia menyebut hanya orang bodoh saja yang mengaku tidak butuh bantuan VAR di sepakbola.
"VAR? Menurut saya teknologi itu bahkan sudah terlambat dan harusnya bisa datang lebih cepat. Hanya orang bodoh yang merasa VAR tidak dibutuhkan," kecam Ancelotti, seperti dilansir La Gazzetta dello Sport.
"VAR bisa memecahkan banyak masalah yang selama ini menjadi kontroversi dan membuat wasit merasa tenang. Untungnya, teknologi ini [VAR] akan diterapkan pada Piala Dunia 2018 yang akan datang," pungkas sosok yang terakhir menukangi Bayern Munich tersebut.
