Carlo Ancelotti tidak sependapat dengan label yang mengatakan Cristiano Ronaldo angkuh dan hanya peduli pada prestasi individu. Menurut calon pelatih Bayern Munich ini Ronaldo selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk tim.
Performa Ronaldo di Euro 2016 sempat menjadi sorotam gara-gara ia gagal memberikan kontribusi maksimal di laga versus Islandia dan gagal penalti saat Portugal ditahan tanpa gol oleh Austria. Namun, sang kapten akhirnya membuktikan diri dengan membukukan sepasang gol melawan Hongaria sekaligus meloloskan Seleccao sebagai salah satu tim peringkat tiga terbaik.
Ronaldo dan Portugal akan berhadapan dengan Kroasia di babak 16 besar, dini hari nanti, dan Ancelotti membela sang penyerang dari tudingan narsis. Pelatih yang mempersembahkan gelar Liga Champions 2014 untuk Real Madrid ini menegaskan image yang diciptakan media mengenai Ronaldo sama sekali berbeda dengan yang dialaminya sendiri sebagai pelatih antara 2013 dan 2015.
“Anda melihat tipe berbeda dari Cristiano Ronaldo ketika Anda pelatih timnya,” tulis Ancelotti di The Telegraph.
“Seluruh dunia terobsesi dengan image dan tampilan pria ini, atau bagaimana ia selebrasi saat mencetak gol, atau bagaimana ia bereaksi ketika sesuatu salah. Saya hanya melihat pria yang selalu ingin melakukan yang terbaik.
“Pertama, saya tidak pernah melihatnya di depan cermin ruang ganti atau mencemaskan penampilannya. Bagi Cristiano prioritasnya adalah menang.
“Ada banyak pemain kuat di ruang ganti Real Madrid – itu persyaratan dasar berada di klub, yang Anda butuhkan adalah kepribadian besar.”

