Alexandre Lacazette Kieran Tierney Arsenal West Brom GFXGetty/Goal

Bukayo Saka & Emile Smith Rowe: Youngster Akademi Kembalikan Arsenal Ke Khitah!

Laiknya orang-orang yang beresolusi di tahun baru, berharap peruntungan dalam hidup agar segala sesuatunya semakin cemerlang dari sebelumnya.  

Arsenal tengah merasakan hal itu. Bulan-bulan kelam sempat dilalui Sang Meriam London di 2020 bahkan nyaris mendekati zona degradasi. Kini skuad Mikel Arteta bak reborn

Mungkin lebih dari frasa reborn, mengingat The Gunners tampaknya telah kembali ke khitah mereka sebagai tim yang lekat dengan label 'Young Guns'. Fans Arsenal pasti akan sepakat bakal angkat topi untuk Emile Smith Rowe dan Bukayo Saka.

Sekali lagi, performa kedua youngster potensial Arsenal ini sungguh mengundang decak kagum saat tim membuka tahun baru dengan raihan sensasional: menang tebal, 4-0 ,atas West Bromwich Albion.

Sudah lama identitas 'Arsenal Way' tak terlihat dalam permainan The Gunners sejak kepergian Arsene Wenger, tetapi Arteta pelan-pelan mulai berhasil menemukan sistem yang tepat, dengan para bintang akademi menjadi jantungnya tim.

Publik sepakbola Inggris mafhum, Arsenal punya talenta spesial pada diri Saka, namun nama Smith Rowe mulai hari ini amat layak diperhitungkan menyandang status itu.

Untuk nama pertama kita sudah melihat aneka aksi dia sejak awal musim, namun nama kedua benar-benar menjadi paket kejutan. Sejak tampil aduhai melawan Chelsea, dia terus mengulangi performa serupa termasuk saat bentrok dengan The Baggies. Dua assist sudah diproduksinya, isyarat bahwa Arsenal sepertinya tak perlu lagi repot-repot mencari sosok gelandang kreatif di bursa transfer Januari.

Kreativitas di tim ini memang menjadi isu utama sejak edisi 2020/21 bergulir, tergambar dari jumlah gol yang dibuat Arsenal sepanjang musim ini, sampai akhirnya masalah itu terselesaikan di Boxing Day melawan The Blues.

Perlu diketahui, dari tiga pertandingan yang dilakoni Smith Rowe di liga dengan peran No.10, The Gunners telah mencetak delapan gol! Bandingkan, jumlah gol ini sebanyak yang mereka bikin dalam 13 pertandingan sebelum melawan Chelsea.

Kombinasi Smith Rowe-Saka bersama sosok senior di ujung tombak, Alexandre Lacazette, yang sepasang golnya ke gawang West Brom membuatnya kini mengoleksi lima gol dalam empat laga, telah mengubah haluan Arsenal.

Kekalahan di laga kontra Everton 19 Desember lalu jadi titik nadir, dengan tim terjerembab ke posisi 15 klasemen dan mencatatkan start terburuk sejak 1974. Lebih parahnya lagi mereka hanya terpisah empat poin dari zona degradasi.

Bukayo Saka Arsenal vs Chelsea Premier League 2020-21Getty Images

Namun, dua pekan berselang sejak itu, tiga kemenangan berhasil diamankan dan mereka sekarang memperbaiki peringkat dengan menempati tangga ke-11, hanya tertinggal tiga poin dari zona enam besar dan enam poin dari area Liga Champions.

Permainan yang dibawa Arteta tergres jauh lebih berani dan berenergi. Jarang terlihat Arsenal polesan pria Spanyol itu mampu mencetak dua gol atau lebih di babak pertama, tetapi keberadaan Saka dan Smith Rowe menjembatani apa yang sangat diperlukan tim saat ini. Dua nama ini saling berkolaborasi untuk membuat gol kedua Arsenal di babak pertama.

Gol pembuka lahir berkat aksi solo brilian dari Kieran Tierney, tapi gol berikutnya lebih membuat mata terbelalak takjub. 

Pergerakan tim yang menampilkan lebih dari 20 umpan dengan Smith Rowe sebagai aktornya, kemudian memudahkan Saka bergerak ke mulut gawang untuk lantas melakukan tap-in menyambut sodoran koleganya di akademi klub itu.

Gol kedua Arsenal ini sangat khas dengan apa yang biasa fans mereka lihat selama bertahun-tahun, yang terbilang amat jarang terjadi di bawah kepemimpinan Arteta.

Beban berat yang dipikul Arteta dan para pemainnya menuju Natal kemarin perlahan-lahan mulai terangkat. Sang manajer telah menemukan sistem yang pas untuk mengakomodasi energi-energi baru dalam diri para youngster, sehingga absensi Thomas Partey dan kemerosotan kapten Pierre-Emerick Aubameyang tampaknya bukan lagi jadi problem penting.

Jangan lupakan pula para talenta klub macam Ainsley Maitland-Niles, Joe Willock, Gabriel Martinelli dan Eddie Nketiah, yang acapkali mendapatkan acungan jempol ketika diberi kepercayaan oleh Arteta.

Apresiasi tinggi juga patut disematkan pada Lacazette, yang berhasil mengubah nasibnya dari yang tadinya digadang-gadang bakal didepak klub karena penampilan memblenya berbulan-bulan hingga menjadi topskor klub dengan torehan sembilan gol dan mulai terlihat mendapat titik balik dalam kariernya. 

Yang paling penting, Lacazette sekarang dikelilingi para pelari muda yang ada di sekitarnya, yang siap membuatnya terus "meledak".

Periode suram Arsenal di 2020 sudah berlalu. Melesatnya Saka dan Smith Rowe di 2021 bagi Arteta adalah nafas baru. Setuju?

Iklan
0