Brasil berhasil mengalahkan Skotlandia dengan relatif mudah pada Kamis malam hingga Jumat dini hari. Di Miami, negara Amerika Selatan itu unggul 3-0 atas tim Skotlandia. Dengan hasil ini, tim asuhan Carlo Ancelotti mengumpulkan 7 poin, sama dengan Maroko. Namun, Brasil memiliki selisih gol yang lebih baik dan karenanya menjadi juara grup.
Hanya dalam waktu sembilan menit, Brasil sudah unggul. Setelah Scott McKenna kehilangan bola secara ceroboh di kotak penalti sendiri, Vinicius Junior dengan mudah mencetak gol.
Sepuluh menit kemudian, penyerang Real Madrid itu sepertinya akan mencetak gol keduanya dalam pertandingan ini. Kali ini giliran Jack Hendry yang melakukan kesalahan. Ia kehilangan bola dari Vinicius, yang kemudian mencetak gol. Namun, penyerang sayap kiri itu melakukannya dengan cara yang tidak sah, sehingga VAR menganulir gol tersebut.
Tepat sebelum jeda, Brasil—yang sudah mendominasi sepanjang babak pertama—kembali nyaris mencetak gol. Matheus Cunha mencoba menyambar umpan silang dari sayap, namun tendangannya berhasil dihalau dari garis gawang.
Akhirnya, pada masa tambahan waktu babak pertama, Brasil berhasil mencetak gol penentu keunggulan 2-0. Umpan silang yang sangat akurat dari Bruno Guimarães disundul oleh Vinicius di tiang jauh.
Skotlandia masih berusaha menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan di awal babak kedua. Scott McTominay menyundul bola ke arah tangan Alisson, dan Curtis Shankland tidak mendapat penalti akibat dorongan ringan.
Akhirnya, Brasil semakin mengunci kemenangan. Setelah aksi gemilang dari Guimarães, Cunha berhasil menyarangkan bola ke gawang yang kosong. Penyerang Manchester United itu mencetak gol ketiganya di turnamen ini.
Sepuluh menit menjelang akhir pertandingan, Ancelotti memutuskan untuk memasukkan Neymar ke lapangan. Penyerang tersebut memainkan pertandingan internasional ke-128-nya melawan Skotlandia. Ini adalah penampilan pertamanya sejak Oktober 2023.

