Pemilik Barito Putera Hasnuryadi Sulaiman merasa gusar dengan tudingan kelompok suporter Barito Mania yang menyebutkan asisten manajer tim Syarifuddin Ardasa mempunyai peran dalam keterpurukan Laskar Antasari di awal Liga 1 2019.
Barito Putera sebelumnya sudah ditinggal pelatih Jacksen F Tiago yang memilih mengundurkan diri. Namun Barito Mania menilai Syarifuddin sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas hasil tim. Syarifuddin dituding mencampuri urusan tim, terutama dalam pemilihan pemain, sehingga pelatih tidak leluasa.
“Kontrak pemain yang urus tim legal. Tidak ada sama sekali perekrutan pemain tanpa persetujuan saya. Semua pemain yang dikontrak berdasarkan pilihan pelatih dan rekomendasi saya. Jadi tidak ada hubungannya dengan Pak Ardasa,” tegas Hasnur dilansir akun Instagram resmi klub.
“Apapun yang terjadi di tim ini adalah tanggung jawab saya sepenuhnya. Jadi tidak boleh menyalahkan siapapun selain saya. Kalau kami ada salah, tolong ditegur, jangan justru menyudutkan satu orang. Dalam kondisi seperti ini, tolong jangan mencari kambing hitam. Saya tidak rela kalau sampai ada yang difitnah.”
“Sekadar diketahui, yang menunjuk Pak Syarifuddin Ardasa sebagai asisten manajer adalah Abah [pendiri Barito Putra, alm. HA Sulaiman HB], bukan saya. Tahun 2014 Abah bilang tolong Pak Ardasa diperbantukan di Barito Putera.”

