Romelu Lukaku menahbiskan diri jadi salah satu penyeramg tajam di Eropa setelah mencatatkan 300 gol dalam kariernya, dan ia mencapai tonggak bersejarah itu berkat dua golnya untuk Inter Milan pada Senin (15/2) dini hari WIB tadi di pertandingan kontra Lazio.
Striker Belgia itu menemukan performa produktif sejak mengamankan kepindahan dari Manchester United ke Inter dan menjadi pemain terbaru yang bergabung dengan klub eksklusif seturut brace yang membawa timnya menang 3-1 atas Lazio di Serie A.
Pemain berusia 27 tahun itu mengonversi tendangan penalti di pertengahan babak pertama di San Siro, sebelum meraih golnya yang ke-300 lewat penyelesaian jarak dekat. Dia kemudian menyumbang satu assist guna mengantar Inter ke puncak klasemen.
Getty ImagesLebih dari satu dekade sejak mencetak gol senior pertama dalam kareirnya untuk Anderlecht melawan Zulte Waregem pada Agustus 2009, penyerang kekar ini tidak menunjukkan tanda-tanda melambat, dan dua gol terakhirnya membawanya ke catatan 56 gol di semua kompetisi untuk tim arahan Antonio Conte.
Ini adalah statistik luar biasa untuk si pemain, yang baru mencatatkan 80 penampilan bersama Nerazzurri sejak kedatangannya dari Manchester United, yang merupakan rasio gol per pertandingan terbaik dalam kariernya untuk suatu klub.
Selain itu, konversi tendangan penalti yang sukses membuat dia mempertahankan rekor sempurna dari titik putih untuk Inter, dengan sepuluh gol dari sepuluh percobaan - angka yang tidak tertandingi oleh pemain lain di lima liga top Eropa dalam dua musim terakhir.
Berbicara setelah pertandingan, pelatih kepala Inter Conte mengatakan bahwa striker bintangnya itu bereaksi dengan baik seusai cekcok dengan penyerang AC Milan Zlatan Ibrahimovic di Coppa Italia.
"Beberapa mulai menggerutu tentang Lukaku setelah Coppa Italia dan beberapa penampilan buram, dengan menganggap dia mendapat pukulan psikologis dari itu, tetapi ada saat-saat ketika Anda tidak 100 persen," kata Conte kepada Sky Italia.
“Dia kembali tampil tajam malam ini dan kami membutuhkan Romelu yang ini. Kami membutuhkan tekad dan semangat ini dari semua pemain di tim."
Gelontoran gol sang penyerang untuk klubnya saat ini hanyalah puncak gunung es dalam karier yang telah membuatnya bermain untuk enam klub di tiga negara, serta mengumpulkan rekor internasional yang mengesankan.
Setelah mencetak 41 gol untuk Anderlecht, Lukaku pindah ke Chelsea, di mana ia menemui kesulitan masuk ke tim senior, gagal mencetak satu gol pun selama waktunya bersama The Blues.
Peminjaman ke West Brom menghasilkan 17 gol lebih lanjut sebelum ia pindah dari London ke Merseyside dan meluncurkan dirinya ke stratosfer di Everton.
87 gol yang ia cetak selama waktunya bersama The Toffees akhirnya membuatnya pindah ke Manchester United, di mana ia menambahkan 42 gol lagi ke statistiknya - namun beberapa orang menganggap ia tampil di bawah ekspektasi.
Kepindahannya pada 2019 ke San Siro telah merevitalisasi kareirnya, sekaligus penegasan kembali akan bakatnya, Sementara itu, sejak mengukir debut internasional pada 2010, ia telah mencetak 57 gol untuk negaranya dalam 89 pertandingan.




