- Pavard galau akibat lockdown
- Menyembunyikan perasaannya waktu itu
- Pengalaman telah mengubah sikapnya
APA YANG TERJADI?
Pemain internasional Prancis Benjamin Pavard berbicara tentang efek lockdown Covid-19 terhadap kesehatan mentalnya.
Pavard mengakui bahwa dia merasa tidak bergairah ketika diisolasi dan tidak terbuka tentang masalahnya saat itu.
Bundesliga Jerman sempat dihentikan sementara pada pertengahan Februari 2020 dan baru dilanjutkan pada Mei sebagaimana kompetisi kembali digulirkan tanpa suporter.
APA YANG DIKATAKAN?
“Di kepala saya, semuanya tidak benar. Pada awalnya, Anda mengatakan itu tidak apa-apa, bahwa itu akan berlalu, tetapi ketika Anda melihat itu bertahan lama dan kemudian Anda pergi ke tempat latihan dan Anda tidak memiliki senyum di wajah, Anda harus bereaksi,” katanya kepada Le Parisien.
“Seperti orang lain, saya manusia, dan bahkan jika saya memiliki rumah yang indah dengan gym, saya membutuhkan kontak dengan manusia.
"Saya bangun di pagi hari, saya tidak punya nafsu makan. Saya mencoba mengurus diri sendiri, memasak, menonton serial televisi. Saya tidak suka kata depresi, tapi memang begitu.
"Saya menyembunyikannya dari semua orang tetapi hari ini saya merasa jauh lebih baik. Saya keluar dari semua itu sebagai pria yang lebih baik. Itu mengubah saya."
GAMBARAN BESAR
Pavard bukanlah bintang pertama yang berbicara secara terbuka tentang depresi dan kini semakin banyak pemain yang bersedia berbagi pengalaman mereka.
Sejumlah pesepakbola papan atas seperti legenda Barcelona Andres Iniesta dan gelandang Juventus Paul Pogba sebelumnya pernah mengungkapkan bagaimana mereka berjuang melawan depresi selama menjalani karier.
DALAM FOTO:
Getty
Getty
GettyBERIKUTNYA BUAT PAVARD?
Setelah menuntaskan jeda internasional bersama Prancis, Pavard harus mengalihkan fokusnya untuk Bayern Munich, yang akan menjamu Bayer Leverkusen dalam lanjutan Bundesliga pada Sabtu (1/10) dini hari WIB mendatang.
.jpg?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)

