OLEH ERIC NOVEANTO Ikuti di twitter
'Si Messi Kecil', demikian orang-orang mengenal Bernardo Silva sejak mulai masuk ke dunia sepakbola bersama dengan akademi Benfica.
Julukan tersebut memang terkesan tak berlebihan. Silva juga memiliki postur tubuh yang menyerupai sang superstar Barcelona dan keduanya juga punya kemiripan lain dalam hal teknik bermain sepakbola.
RESMI: Bernardo Silva Gabung Manchester City
Dan sang pemain berusia 22 tahun tersebut menghiasi tajuk utama berita di sepakbola Eropa selepas meresmikan kepindahannya dari AS Monaco ke Manchester City dengan banderol mewah £43 juta.
Messizinho asal Portugal
Silva merupakan produk akademi Benfica, bergabung sejak usia delapan tahun dan berkembang pesat hingga mampu menembus skuat Benfica B pada 2013 lalu serta tim utama beberapa bulan berikutnya.
Benfica B merupakan tempat di mana ia menunjukkan kualitasnya dengan tampil 38 kali di kasta kedua atau Segunda Liga. Performanya selama semusim berujung pada penghargaan pemain dengan terobosan terbesar di liga tersebut.
Setelah itu, Silva terus melanjutkan catatan impresifnya kala dipercaya memperkuat tim nasional junior Portugal di Kejuaraan Eropa U-19 pada 2013 dengan membantu timnya mencapai babak semi-final.
Ia juga terpilih sebagai salah satu dari 23 pemain yang mengisi tim terbaik turnamen versi UEFA tersebut, bersama dengan nama-nama talenta masa depan lainnya seperti Anthony Martial, Hector Bellerin, Aymeric Laporte dan Adrien Rabiot.
Sementara karier Silva bersama tim utama Benfica tak berjalan begitu mulus, ia harus menjalani masa pinjaman di AS Monaco pada musim 2014/15 sebelum statusnya permanen pada musim berikutnya.
Tapi di sanalah sang playmaker menemukan kebebasan bermain hingga akhirnya sukses menjadi bagian klub yang memenangkan Ligue 1 Prancis untuk pertama kali sejak 17 tahun terkahir di ujung kampanye musim 2016/17 serta membantu timnya tampil impresif di Liga Champions dengan perjalanan mereka menembus semi-final.
Gelandang yang lincah dan dinamis
Silva yang sebenarnya memiliki posisi asli sebagai gelandang serang yang fasih memainkan peran 'nomor 10' dikenal dengan pergerakan lincahnya, kemampuan dribel yang mengesankan serta keahlian dalam mengumpan mau pun menembak yang mematikan dengan kaki kirinya.
Kemampuan tersebut ditunjukkan sang pemain dalam kampanye sukses Monaco musim ini, terlebih ketika tampil di babak 16 besar Liga Champions menghadapi City yang kini bakal menjadi klub barunya setelah bursa transfer musim panas dibuka.
Dalam dua pertemuan, City benar-benar dibuat kewalahan oleh penampilan Silva yang menopang pergerakan penyerang muda Monaco lainnya Kylian Mbappe. Ia begitu baik dalam membaca permainan dan juga menjadi momok barisan pertahanan raksasa Liga Primer Inggris tersebut yang pada akhirnya harus tersingkir akibat kalah ahregat gol tandang 6-6.

Sepanjang musim 2016/17, total Silva membukukan 11 gol dan 12 assist dari 58 penampilan di semua kompetisi. Jumlah yang mengambarkan kualitas sang gelandang mungil yang juga mendapat pengakuan dari legenda timnas Portugal, Deco.
"Saya pikir Portugal sekarang punya generasi yang berisikan banyak pemain bagus dan yang paling menarik perhatian saya adalah Bernardo Silva yang bermain untuk Monaco," ujar Deco. "Ia bisa menjadi salah satu pemain terhebat di dunia, punya banyak kualitas. Seorang pemain yang bagus, mau mengambil risiko. Itu yang membuat saya suka padanya. Ia bisa menjadi pemain nomor 10 bagi Portugal."
Cocok dengan filosofi Guardiola
Duel melawan Monaco di Liga Champions diyakini menjadi puncak ketertarikan Pep Guardiola terhadap Silva, yang sejak saat ini menarik perhatian banyak klub besar seantero Eropa, di antaranya ada nama Manchester United.
Belakangan laman Manchester Evening News mengungkapkan bahwa proses negosiasi transfer sudah terjalin sejak selesainya leg pertama 16 besar Liga Champions pada Februari lalu, dengan saat itu diskusi dengan agen Silva, Jorge Mendes juga melibatkan potensi transfer Mbappe.
Obsesi Guardiola yang ingin meneruskan kesuksesan filosofinya ketika masih menangani Barcelona dan Bayern Munich pun akhirnya membuatnya menjatuhkan pilihan kepada Silva, pemain yang memiliki tiper permainan mirip David Silva dan disebutnya punya kecerdasan dan kekuatan fisik di atas rata-rata.
Getty Images"Kualitas besar yang ada pada klub besar adalah ketika Anda terus berada dekat dengan kotak penalti lawan dan para pemain Anda tak mudah kehilangan bola. Klub besar tak mudah kehilangan bola," demikian tutur manajer asal Spanyol itu soal filosofinya.
Pernyataan Guardiola tersebut jelas menyiratkan keinginan akan adanya banyak pemain yang piawai dalam menguasai bola dan Silva memenuhi persyaratan itu. Terlebih sang bintang muda Portugal itu punya nilai plus karena bisa bermain di berbagai posisi di lini depan.
Kehadiran Silva merupakan awal dari proyek masa depan ambisius yang dicanangkan Guardiola untuk City, merupakan salah satu kepingan yang hilang pada perjalanan tim yang gagal mendapatkan satu pun trofi sepanjang musim 2016/17.
Goal