Real Madrid saat ini tengah dilanda keraguan dan kecurigaan terhadap para pengadil pertandingan. Ketegangan itu mencapai puncaknya setelah Vinicius Junior diganjar kartu merah saat menghadapi Villarreal, ditambah pernyataan Presiden La Liga Javier Tebas soal video-video yang disiarkan stasiun televisi Real Madrid.
Menurut surat kabar Sport, percikan kemarahan itu meledak secara terang-terangan di Stadion Santiago Bernabeu, pada menit-menit awal laga Real Madrid versus Sevilla, ketika rasa tidak puas berubah menjadi protes terbuka.
Tribune selatan, tempat berkumpulnya kelompok suporter klub yang dikenal dengan dukungan terorganisasi, menjadi yang paling keras dalam sikap menentang La Liga. Tribune tersebut juga merupakan yang paling dekat dengan tribune utama tempat Presiden klub Florentino Perez duduk.
Sebelum pertandingan dimulai, para suporter membentangkan spanduk raksasa yang membawa pesan tanpa perlu penafsiran: "Ini bukan sepakbola, ini Tebas dan Negreira".
Satu detail tidak luput dari perhatian, yakni tulisan Tebas dan Negreira yang ditulis dengan dua warna Barcelona, biru dan merah, sebagai sindiran langsung kepada klub Catalunya itu dan kasus Negreira yang masih melekat kuat dalam ingatan pendukung Real Madrid.
Spanduk itu hanyalah permulaan. Protes visual tersebut diiringi dengan serangkaian nyanyian yang diarahkan kepada Federasi Sepakbola Spanyol, kepada Tebas, dan kepada klub Catalunya tersebut, sebagai ungkapan kemarahan yang melampaui batas tribune suporter terorganisasi.
Selama lima menit pertama pertandingan, stadion Los Blancos berubah menjadi arena protes. Dari tribune bergema nyanyian-nyanyian lantang, di antaranya "Korupsi di federasi", "Tebas pergi sekarang", "Laporta terus membayar", dan "Negreira terus mengatur pertandingan".
Suasana tersebut mencerminkan kondisi konfrontasi terbuka yang dialami klub dengan institusi-institusi sepakbola Spanyol.

