Neymar tidak mendapat paksaan untuk bergabung dengan Paris Saint-Germain dan sang pemain menyadarinya, demikian kata Nasser Al-Khelaifi selaku presiden klub di tengah rumor transfer.
Sebuah laporan L'Equipe mengklaim PSG bersedia menjual Neymar, meski mereka diyakini tidak akan menerima tawaran di bawah rekor dunia €222 juta yang mereka bayarkan ketika menebusnya dari Barcelona pada Agustus 2017.
Dua musim di PSG, cedera kerap mewarnai perjalanan Neymar selain isu keretakan ruang ganti. Ia sempat disebut berselisih dengan Julien Draxler serta pernah mengkritik Presnel Kimpembe dan Alphonse Areola setelah kalah dari Rennes di final Coupe de France pada April lalu.
Al-Khelaifi mengatakan kepada France Football bahwa tidak suka dengan 'perilaku selebritis' yang ditunjukkan beberapa pemain.
Dalam wawancara yang sama terkait Neymar, ia menyampaikan: "Saya ingin para pemain yang siap untuk memberikan segalanya demi membela kebesaran kostum klub dan cocok dengan proyek klub."
"Mereka yang tidak ingin atau memahami itu, kita akan bertemu dan berbicara. Tentu saja ada kontrak yang harus dihormati, tapi prioritas sekarang ini adalah menuntaskan komitmen terhadap proyek kami."
"Tidak ada yang memaksanya bergabung dengan kami. Tidak ada yang mendorongnya. Neymar datang dengan pemahaman penuh karena ia cocok dengan proyek kami."
Neymar mengalami cedera pergelangan kaki pada bulan ini hingga membuatnya harus melewatkan Copa America 2019.



