Stefano Sensi meyakini, dirinya bisa menjadi Xavi Hernandez-nya Inter Milan. Selain itu, sang gelandang juga mengungkapkan rasa bahagianya karena menolak sang rival AC Milan untuk memilih bergabung dengan kubu Giuseppe Meazza.
Gaya bermain Sensi memang digadang-gadang menyerupai permainan ikon Barcelona tersebut. Pemain berusia 23 tahun itu mengaku siap menyuntikkan unsur 'tiki taka' ke dalam gaya baru permainan Nerazzurr di bawah komando Antonio Conte.
"Seperti yang saya bayangkan. Saya memulai kehidupan baru, tapi ini seperti saya sudah lama berada di sini. Idola saya selalu Xavi," ujar Sensi kepada Gazzetta dello Sport.
"Dia seperti keluarga bagi saya. Saya tumbuh dewasa menyaksikan permainannya. Saya memerhatikan segala hal dari atraksinya. Ada sesuatu tentang gaya sepakbola dia dalam permainan saya. Saya selalu menjadi fan Barcelona dan saya berharap saya menghadapi mereka di Liga Champions," lanjutnya.
"Saya kira, mentalitas juara telah hilang, dan tampaknya Conte bisa membalikkan situasi. Saya menilai Inter memiliki segalanya untuk mulai berada di jalur kemenangan lagi pada musim ini," tandasnya.
Soal isu Milan, Sensi menambahkan: "Saya membuat pilihan terbaik dengan datang ke sini, dan beberapa hari pertama saya di sini telah mengonfirmasi hal tersebut," imbuhnya.




