Ellen White menegaskan, Steph Houghton tetap dipandang sebagai pemimpin dan pahlawan Inggris yang tak layak disalahkan karena kegagalannya menendang penatli saat kalah 2-1 dari Amerika Serikat di babak semi-final Piala Dunia Wanita 2019.
Sepakan penalti kapten Inggris itu di menit ke-84 dapat diselamatkan dengan apik oleh Alyssa Naeher, menandai kegagalan The Three Lions menembus partai final. Dengan begitu, tiga kali beruntun sudah Inggris selalu gagal di fase empat besar turnamen ini.
White sejatinya sempat menyeimbangkan skor jadi 1-1 setelah gol pembuka Christen Press. Namun Alex Morgan menjadi penentu kemenangan USA.
Selain rekan satu tim, White dan Houghton juga bersahabat dengan baik di luar lapangan. White menilai, sang kapten akan bangkit dan memimpin tim untuk memenangkan medali perunggu secara berturut-turut di Piala Dunia Wanita.
"[Houghton] adalah tipe orang yang akan menganggap dirinya bertanggung jawab untuk kami atas kekalahan, tapi kami tidak akan pernah menyalahkan siapa pun. Kami tidak akan pernah menyalahkan rekan setim kami," ujar White kepada Sky Sports News.
"Bagi kami, dia adalah pahlawan kami. Dia adalah pemimpin kami. Dia berhasil melakukan sapuan di garis gawang, dia melakukan tekel-tekel luar biasa yang tak seorang pun di dunia bisa berbuat demikian," lanjutnya.
"Dia sungguh luar biasa di turnamen ini. Kami tidak akan pernah menyalahkan dia atau siapa pun secara individu di tim ini. Bagi dia, maju dan mengambil penalti adalah keberanian. Saya kira, kami semua mencoba untuk memberi dukungan di sekitarnya, tapi dia akan selalu mengendalikan segala sesuatu di pundaknya. Itulah dia," jelas White.
White, yang merupakan topskor Piala Dunia Wanita 2019 bersama striker Amerika Serikat Morgan dengan enam gol, berharap bisa mempersembahkan perunggu untuk negaranya, terutama untuk sang kapten Houghton.
"Dia akan selalu menjadi pemimpin kami dan dia akan fokus untuk memimpin tim ini untuk laga perebutan perunggu. Semoga kami bisa meraih hasil tidak hanya bagi tim, tapi juga bagi dia," pungkasnya.
