Thierry Henry meninggalkan Monaco secara "tragis", namun dia yakin di tangan Leonardo Jardim tim akan kembali menemukan bentuk terbaiknya untuk selamat dari degradasi.
Henry sempat dibekukan pada Kamis lalu dan akhirnya klub mengonfirmasi pemecatan dia 24 jam berselang.
Legenda Arsenal itu hanya tiga bulan memimpin The Red and White setelah mengambilalih jabatan Leonardo Jardim Oktober tahun lalu. Sayangnya, dalam periode singkat itu, dia gagal mengeluarkan tim dari zona degradasi.
Franck Passi akan mengontrol klub saat bentrok dengan Dijon di lanjutan Ligue 1 Prancis akhir pekan ini sebelum Jardim menukangi kembali tim.
"Sungguh jadi kesedihan mendalam karena saya mesti berpisah dengan AS Monaco," tulis Henry di Twitter.
"Terlepas dari perjuangan dan kesulitan yang kami lalui sepanjang perjalanan singkat saya, saya masih menikmati saat-saat saya berada di klub yang luar biasa ini."
"Ambisi dan filosofi saya dari hari pertama saya bergabung akan selalu menempatkan klub yang pertama. Saya sangat yakin, para pemain di skuat ini, juga tim dan rekrutan anyar, sekarang dalam kondisi yang lebih baik untuk melangkah di paruh kedua musim untuk kemudian menemukan tren kemenangan dan memaksimalkan setiap potensi."
"Saya secara khusus ingin berterima kasih kepada Vadim Vasilyev dan Michael Emenalo yang memberi saya kesempatan ini, berada di klub semasa saya kanak-kanak, dan tentu untuk fans beserta staf yang memberi saya sambutan hangat selama saya melatih."
"Saya sangat berharap, suksesor saya sekarang akan membawa AS Monaco menuju kekuatan yang lebih besar lagi dan saya mendoakan mereka sukses di masa yang akan datang, dimulai dengan kemenangan di laga Dijon lalu mengangkat piala [Coupe de la Ligue], dan membawa kami kembali ke kancah Eropa."
Henry dipecat setelah klub berjarak satu poin dengan posisi dasar klasemen, ditambah lagi sang mantan asisten Belgia itu tak mampu membawa tim lolos dari fase grup Liga Champions, kemudian tersingkir di Coupe de France dengan ditumbangkan tim kasta kedua Metz.
Puncaknya, Monaco dibantai 5-1 Strasbourg, laga yang melibatkan Henry adu cekcok dengan bek lawan Kenny Lala, meski kemudian sang pelatih meminta maaf.



