Manchester City tidak meragukan keyakinan mereka untuk memenangkan proses investigasi UEFA atas dugaan pelanggaran Financial Fair Play (FFP), demikian kata Khaldoon Al Mubarak selaku pimpinan klub.
Maret lalu, media Jerman Der Spiegel merilis berkas-berkas, termasuk surat elektronik yang sudah diretas dari Football Leaks dan menunjukkan bahwa City menggembungkan pendapatan sponsor. City pun lantas membantah tuduhan tersebut.
UEFA kemudian mengadakan panel untuk menyelidiki dugaan tersebut dan Sky Sports News melaporkan bahwa mereka kemungkinan akan menjatuhkan larangan bertanding satu musim bagi kampiun Liga Primer Inggris 2018/19 di Liga Champions musim depan.
Al Mubarak, yang mengakuisisi City sepenuhnya ketika Abu Dhabi United Group menuntaskan pembelian pada 2008, merasa yakin bahwa pihaknya akan mampu memenangkan kasus ini tanpa mengalami kerugian apa pun.
"Apakah saya tidak nyaman? Tidak. Saya menghormati badan pengawas yang melakukan pekerjaan mereka dan setiap proses yang mengandung pertanyaan," ungkap Al Mubarak dalam wawancara akhir musim yang luas dengan media internal City.
"Kami harus merespons secara profesional yang itu adalah telah kami lakukan. Kami berurusan dengan masing-masing entitas ini sesuai prosesnya, kami memiliki jawaban yang jelas."
"Saya percaya, cukup nyaman, jika prosesnya dinilai berdasarkan fakta maka tidak diragukan lagi kami akan menang. Jika ini bukan tentang fakta yang ada dan tentang hal-hal lain, maka akan menjadi perbincangan yang berbeda."



