Penggawa Sevilla Joris Gnagnon meminta maaf atas tekel horor yang dilakukannya terhadap youngster Liverpool Yasser Larouci dalam laga persahabatan di Boston.
Remaja 18 tahun itu terpaksa meninggalkan lapangan di menit ke-80 dalam laga yang berakhir kekalahan 2-1 bagi pasukan Jurgen Klopp dari utusan La Liga Spanyol tersebut.
Sang manajer merasa cukup beruntung karena Larouci tak mengalami masalah yang lebih serius.
"Terlalu dini di musim ini untuk menciptakan headline dengan mengatakan apa yang saya pikirkan, tapi tampaknya dia beruntung," ujar Klopp dalam konferensi pers pascapertandingan.
"Tentu, untuk perkara seperti ini kita selalu diharuskan untuk sedikit menunggu," jelasnya.
Gnagnon langsung diganjar kartu merah atas tekel berbahayanya di kaki Larouci saat skor berimbang 1-1.
Saat ditanya secara spesifik cedera yang mungkin dialami Larouci, Klopp melanjutkan: "Dia menjegalnya dengan kecepatan penuh, dan saat itu posisi yang sedikit berbeda di mana dia menjegalnya, dan terjadilah. Dia berguling, dia adalah seorang atlet muda jadi tidak apa-apa, tidak ada yang terjadi [serius] di situasi itu," imbuhnya.
"Saya tidak tahu 100 persen. Tampaknya seperti dia beruntung, tapi saya hanya berbicara secara singkat dengan dokter dan seperti itulah yang dijelaskannya," kata Klopp.
Selepas pertandingan, Gnagnon meminta maaf atas tekel sangat kerasnya ini melalui Twitter.
"Saya ingin meminta maaf secara terbuka kepada Liverpool, keluarga sang pemain dan para suporter mereka. Itu adalah tindakan keji di pihak saya. Apa pun alasannya, hal seperti ini tidak semestinya terlihat di lapangan sepakbola. Doa terbaik saya untuk sang pemain dan keluarganya," ujar Gnagnon.
Nolito membawa Sevilla unggul di menit ke-38 di laga yang dihelat di Fenway Park sebelum Divock Origi menyeimbangkan skor dua menit sebelum laga paruh pertama rampung dari jarak dekat.
Sevilla mengamankan kemenangan di menit-menit akhir berkat aksi Alejandro Pozo di gawang yang kosong.




