Ross Barkley Chelsea 2019-20Getty Images

Setelah Manchester United, Pemain Chelsea Juga Rebutan Penalti


OLEH  NIZAAR KINSELLA   PENYUSUN  ADHE MAKAYASA

Kekalahan mengejutkan 1-0 yang diderita Chelsea dari Valencia di laga perdana babak grup Liga Champions, Rabu (18/9) dini hari WIB tadi didominasi satu hal, dan itu bisa dibilang insiden yang tak perlu.

Di menit ke-87, tim tuan rumah memiliki kesempatan untuk menyamakan skor ketika mereka dihadiahi penalti.

Ross Barkley, yang baru beredar di lapangan selama tujuh menit setelah masuk sebagai pengganti, bersikeras akan melakukan tendangan – dengan ia mengusir Jorginho, Willian dan Tammy Abraham, yang semuanya mencoba untuk mengonfrontasi dia.

Ketiga rekannya itu – terutama Jorginho, yang punya rekor brilian dari titik putih – semuanya memiliki catatan cukup mengesankan di masa lalu.

Namun Barkley tetap ngotot setelah ditanya apakah ia siap untuk mengambil tanggung jawab itu, padahal dia baru masuk selama lima menit sebelum penalti itu diberikan. Dan keras kepalanya Barkley itu membuat dua pemain kelahiran Brasil Jorginho dan Willian hanya bisa geleng-geleng.

Pada akhirnya gelandang internasional Inggris itu gagal menjalankan tugasnya, mengingat tendangannya melambung tinggi di atas mistar.

Insiden ini mengingatkan kita kembali akan rebutan penalti yang melibatkan dua pemain Manchester United pada bulan lalu.

Saat United bermain imbang 1-1 dengan Wolves di Molineux, Paul Pogba membuat kegaduhan setelah bersikeras mengambil tendangan penalti di babak kedua, alih-alih memberikannya kepada Marcus Rashford.

Rashford sendiri sukses menceploskan bola dari titik 12 pas di pekan sebelumnya melawan Chelsea dan punya rekor penalti lebih baik ketimbang Pogba, yang mendapati sepakannya dimentahkan kiper Wolves Rui Patricio.

Ross Barkley Chelsea 2019-20Getty ImagesMarcus Rashford Paul Pogba Manchester United 2019-20Getty Images

Pogba lantas dikritik atas sikapnya tersebut yang mengakibatkan United kehilangan dua poin, dan Barkley sekarang diperlakukan sama oleh fans yang geram di media sosial.

Manajer Frank Lampard berusaha membuat tenang suasana setelah bubaran dengan menekankan bahwa Barkley memang algojo utama.

“Ross sudah menjadi penendang penalti di pramusim, Ross sudah menjadi penendang penalti buat kami,” kata Lampard kepada beIN Sports.

“Dia gagal. Dia tidak turun sejak awal namun dia adalah penendang penalti kami. Sungguh disayangkan dia gagal.”

Pada akhirnya, Chelsea akan merasa mereka kurang beruntung karena kalah – dengan Rodrigo mencetak satu-satunya gol buat tim yang berantakan itu setelah para pemain dan suporter menentang pemecatan mantan pelatih Marcelino pekan lalu.

Kekalahan ini membuat Lampard gagal meraih kemenangan di tiga laga kandang perdananya sebagai manajer Chelsea, selagi mereka kemudian akan menjamu Liverpool pada akhir pekan nanti.

Lampard juga pantas kecewa karena timnya tidak mampu meneruskan performa gemilang seusai menang 5-2 di markas Wolves pada akhir pekan kemarin.

Mereka terus bermain dengan skema 3-4-3 yang telah dikembangkan dari laga tersebut. Dan selagi formasi itu memberi mereka kerapatan, mereka tidak punya pemain setipe Eden Hazard yang bisa menjadi pembeda di sepertiga akhir.

Cedera yang diderita Mason Mount juga tidak membantu, dengan Pedro yang menggantikannya terlihat sangat berkarat di pertandingan pertamanya dalam sebulan terakhir ini.

Namun, satu-satunya cerita yang akan dibicarakan oleh semua orang setelah kekalahan ini adalah insiden penalti Barkley. Ini adalah insiden yang semua orang di Chelsea harus melupakannya dengan sangat cepat.

Iklan
0