Joao Mario mengaku bahagia, bisa kembali menata kariernya di Inter Milan dengan mendapat kepercayaan penuh dari pelatih Luciano Spalletti dan juga dukungan dari para suporter.
Sang gelandang hampri dipastikan meninggalkan Giuseppe Meazza di bursa transfer musim panas lalu setelah melalui periode sebagai pemain pinjaman di West Ham United musim lalu.
Namun kini, Mario menjadi andalan Spalletti sepanjang musim 2018/19. Sang pemain mengisahkan bagaimana perjuangan dia mendapat kepercayaan sang juru taktik.
"Selalu saja di akhir pertandingan, saya merasa bahwa saya setidaknya memberikan segalanya di lapangan, sekali pun saya tidak bermain cukup bagus dari sisi teknis," ujarnya kepada DAZN.
"Namun, saya melihat orang-orang terganggung dengan penampilan saya, jadi saya harus mengubah beberapa hal dan meningkat."
"Saya tidak berpikir, saya mungkin jadi starter setahun yang lalu. Bermain di San Siro bisa menjadi sedikit rumit, jadi saya harus bersabar."
"Di masa lalu, saya sangat khawatir dengan apa yang tidak bisa saya kontrol, tapi satu hal yang saya pelajari bahwa sekali pun Anda bekerja keras, ada beberapa hal yang tidak bisa Anda kontrol. Oleh karena itu, Anda harus tenang karena cepat atau lambat kesempatan itu akan datang."
"Bukan bermain di banyak laga yang mengajarkan saya, tapi itu mendesak Anda untuk tumbuh. Saya punya kesempatan dan saya tahu saya harus memberikan segalanya untuk meningkatkan kepercayaan. Spalletti mencoba membantu semua pemain."
"Mungkin Anda tidak merasakan mentalitas yang bagus dan orang-orang tidak memahami kenapa. Spalletti adalah orang yang sangat emosional dalam pertandingan," tandasnya.


