Jack Grealish Dean Smith Aston Villa Championship playoffs 2019Alex Livesey

Berita EPL - Habiskan Hampir €100 Juta, Aston Villa Jadi Klub Terboros Di Liga Primer Inggris


OLEH  JOSH THOMAS   PENYUSUN  ADHE MAKAYASA

Promosi ke Liga Primer Inggris akan menggaransi pemasukan sekitar €189 juta (£170 juta/$216 juta) untuk mereka yang naik kasta, dan angka itu dimaksimalkan dengan baik oleh Aston Villa.

Setelah mengalahkan Derby County di final play-off Championship, Dean Smith tidak buang-buang waktu untuk membangun ulang skuadnya dan ia pun sudah menghabiskan uang mencapai €93 juta (£83 juta/$104 juta)

Villa telah mengeluarkan lebih banyak uang ketimbang klub lainnya di Liga Primer, bahkan mereka unggul tiga juta dari segi pengeluaran dibandingkan juara bertahan Manchester City, yang di musim panas ini mendatangkan Rodri dengan harga cukup mahal.

Dilihat dari kacamata lain, Villa telah menghabiskan lebih banyak uang ketimbang gabungan Arsenal, Liverpool, Chelsea dan Everton dalam beberapa pekan terakhir.

Setelah kehilangan banyak pemain di pengujung musim kemarin, Villa butuh belanja serius dan pihak klub melakukan itu dengan efisien, meski tergolong menguras kas.

Penyerang Brasil Wesley menjadi rekrutan termahal hingga saat ini, itu setelah mereka menebusnya dari Club Brugge di angka €24 juta (£22 juta/$27 juta). Villa bergerak cepat untuk mengamakan pemuda 22 tahun itu, yang di musim lalu mengemas 17 gol di semua kompetisi.

Selagi belanja mahal untuk penyerang, Smith juga berinvestasi pada sektor belakang dengan bukti jutaan uang telah ia keluarkan untuk mengangkut empat bek ke Villa Park.

Setelah tampil impresif musim lalu secara pinjaman, bek sentral Bournemouth Tyrone Mings ditebus permanen bersama dua bek sentral lainnya, Ezri Konsa dan Kortney Hause.

Bek kiri Southampton Matt Target melengkapi susunan Smith di lini belakang, sedangkan bek sentral Bjorn Engels dikabarkan semakin dekat untuk menjadi rekrutan kelima Villa di sektor pertahanan.

Dua pemain sayap kanan dalam diri Jota dan Anwar El Ghazi melengkapi manuver Villa sejauh ini, dengan pihak klub ingin memastikan mereka bertransisi baik dalam kiprahnya kembali ke Liga Primer.

Adapun belanja gila Villa sepertinya masih akan berlanjut, dengan kabar terakhir menyebutkan bahwa gelandang Brasil milik Manchester City Douglas Luiz sepakat pindah di angka €16,5 juta (£15 juta/$18 juta), demikian klaim BBC Sport.

Uang tentunya bukan jaminan bagi klub untuk menikmati musim sukses di kompetisi teratas. Contoh paling nyata adalah Fulham yang menghabiskan lebih dari €100 juta musim lalu, namun mereka justru otomatis kembali ke Championship.

Agus Yuwono - Persis SoloGoal

Tapi Smith tampaknya telah belajar dari kesalahan The Cottagers dengan merampungkan transfer sedini mungkin, ketimbang menuntaskannya di menit-menit terakhir.

Fulham sendiri meresmikan tujuh pemain pada Agustus tahun lalu, selagi lima di antaranya dituntaskan saat tenggat transfer dan itu menjadikan klub tersebut percaya diri untuk bertahan di kasta tertinggi.

Namun tak disangka sejumlah pemain itu justru gagal mengeluarkan impak sebagaimana rekrutan termahal Andre-Frank Zambo Anguissa gagal menjustifikasi harga mahalnya.

Beda halnya dengan Villa, perekrutan mereka dilakukan secara jelas dan jauh dari kesan tergesa-gesa. Contohnya Mings, dia memainkan peran kunci di balik promosi Villa setelah dipinjam di paruh kedua musim lalu. Meski ia tidak pernah terdengar di Bournemouth, Mings justru tampil brilian bersama Villa dan Smith tahu persis pemain yang ia datangkan kali ini.

“Kami sangat senang untuk kembali memiliki Tyrone secara permanen,” kata Smith. “Saya pikir semua orang bisa melihat koneksi yang telah ia buat bersama klub ini secara keseluruhan dan ini adalah kabar bagus bahwa kami meneruskan hubungan yang ada ke Liga Primer.

“Dia akan menjadi bagian penting dari skuad ini untuk musim baru dan saya tak sabar bekerja dengan dia dan membantu lebih jauh perkembangannya.”

Daniel James - Manchester UnitedGetty Images

Mantan bek Brentford Konsa juga sudah dikenal Smith, setelah keduanya bekerja bareng saat masih memperkuat The Bees.

“Ezri cocok dengan tipe pemain yang kami cari,” kata Smith.

“Ini juga membantu bahwa Richard O’Kelly dan saya pernah bekerja dengan dia sebelumnya. Dia adalah pemain potensial yang saya yakini bisa menembus Liga Primer dan saya tak sabar untuk bekerja dengan dia lagi.”

Perjudian terbesar dari Smith terjadi pada sosok Wesley, pemain muda yang belum benar-benar teruji di Eropa, namun Villa tak peduli dengan itu dan bahkan memecahkan rekor transfer klub demi mendatangkannya ke Inggris.

Setelah bermain untuk klub Slowakia Trencin, Wesley pindah ke Belgia pada 2015 dan meski mendapati awal karier yang lamban, perlahan-lahan dia tampil mengesankan dengan selalu menembus dua digit gol dalam dua musim.

Apakah dia bisa melakukannya lagi di Liga Primer tentu masih tanda tanya, namun aman untuk berkata bahwa yang bersangkutan akan menjadi tumpuan buat klubnya di musim ini.

Bersama pemain-pemain yang telah didatangkan, Smith juga berhasil mempertahankan Jack Grealish di klub. Bintang berusia pemuda 23 tahun itu telah menunjukkan kehebatannya musim lalu seusai kembali dari cedera.

Kini Villa kembali ke kasta tertinggi setelah tiga musim berjuang di Championship. Mereka sekarang terlihat lebih serius dan berharap investasi besar-besaran ini tidak membuat mereka mampir lewat di Liga Primer.

Iklan
0