Mantan kapten tim nasional Rusia Igor Denisov mengkritik invasi negaranya ke Ukraina, dengan mengakui bahwa komentarnya tersebut dapat membuatnya dibui atau bahkan dibunuh.
Denisov menyebut perang itu sebagai "bencana" dalam pernyataannya yang berisiko dipenjara hingga 15 tahun di bawah undang-undang baru, yang isinya melarang semua warga mencela konflik tersebut.
Pemain berusia 38 tahun itu, yang dikenal blakblakan sepanjang karier bermainnya, mengatakan dia ingin berbicara jujur tentang "horor total" yang terjadi di Ukraina.
Apa Yang Dikatakan Denisov?
"Peristiwa ini adalah bencana," katanya kepada Nobel.
"Benar-benar ngeri. Saya tidak tahu, mungkin saya akan dipenjara atau dibunuh karena kata-kata ini, tetapi saya berbicara apa adanya.”
Denisov menambahkan bahwa dia tidak merasa bangga dengan bangsanya sekarang dan telah menulis surat kepada presiden Vladimir Putin meminta untuk menghentikan perang, yang telah berlangsung sejak akhir Februari.
Karier Bermain Denisov
Denisov adalah sosok kunci bagi Rusia dari 2008 hingga 2016, mengukir 54 caps termasuk sebagai kapten.
Di level klub, ia menghabiskan setiap musimnya di Liga Primer Rusia, memimpin Zenit ke kompetisi Eropa dalam beberapa kesempatan.
Sepakbola Dan Invasi Rusia Ke Ukraina
Rusia dilarang berpartisipasi di kompetisi internasional buntut invasi yang dilakukan, dan klub mereka juga didepak dari turnamen Eropa.
Mantan pemilik Chelsea Roman Abramovich, seorang oligarki Rusia, terpaksa menjual klubnya setelah dicekal pemerintah Inggris.
Banyak pemain Eropa telah berbicara menentang perang selama beberapa bulan terakhir dan melakukan demonstrasi sebelum pertandingan.
Ukraina menunda partai play-off kualifikasi Piala Dunia melawan Wales dari Maret hingga 5 Juni, sebelum akhirnya kalah 1-0.
“Setiap orang dari kami memberikan segalanya hari ini, kami meninggalkan segalanya di lapangan,” kata Oleksandr Zinchenko kepada wartawan setelah gagal mencapai Qatar.
“Secara umum saya tidak berpikir kami pantas kalah, tapi itulah sepakbola, ini yang terjadi.”
