Satu keputusan mengejutkan diberikan CEO Juventus, Beppe Marotta, usai klubnya raih kemenangan krusial 3-1 atas Napoli, Minggu (30/9) dini hari WIB.
Marotta memastikan bahwa dirinya takkan lagi memiliki jabatan dalam jajaran direksi Juve, setelah kontraknya kadaluwarsa pada 25 Oktober esok. Pengumuman disampaikan lebih dini, karena I Bianconeri bakal merilis jajaran manajemen baru pada Senin (1/10) esok.
"Ini adalah delapan tahun yang luar biasa. Juve akan selalu ada di hati saya. Ini adalah momen emosional dan saya takkan melupakan apa arti Juve buat saya," tutur Marotta, seperti dikutip Sky Sport Italia.

"Saya mengumumkan ini karena jajaran direksi baru Juventus akan diumumkan Senin 1 Oktober 2018. Nama saya tidak akan ada lagi di dalamnya. Jadi saya pikir tepat untuk mengantisipasi dan menyampaikan berita ini sebelum ada rilis resminya," jelasnya.
Marotta juga membantah keputusan ini dilakukan karena dirinya ingin mencalonkan diri sebagai presiden federasi sepakbola Italia, FIGC, atau Serie A Italia, seperti banyak rumor yang beredar.
"Akhir dari dari tugas saya adalah 25 Oktober 2018 dan tidak akan diperbarui. Saya juga menolak menjadi calon Presiden FIGC [PSSI-nya Italia]. Itu bukan pengalaman menarik buat saya," terangnya.
"Saya akan memberikan detail munculnya keputusan ini nanti. Namun untuk sekarang, saya merasa butuh untuk mengkonfirmasinya lebih dahulu," pungkasnya.




