Bek Madura United, Beny Wahyudi, menyambut positif ditunjuknya Milomir Seslija sebagai pelatih anyar timnya. Dia pun langsung terkenang saat bekerja sama dengan pelatih yang akrab disapa Milo itu di Arema FC pada musim 2016.
Ketika itu, keduanya ikut membawa tim Singo Edan menduduki peringkat kedua Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016. "Kalau saya sama Milo tidak ada masalah. Dia pelatih yang bagus, kalau dia di sini tentu senang bisa bekerja sama kembali dan juga berharap bisa memberikan yang terbaik untuk Madura United," ujar Beny.
Meski begitu, dirinya mengaku terkejut dengan keputusan pelatih sebelumnya, Gomes de Oliveira, yang meletakkan jabatannya beberapa hari jelang kompetisi bergulir karena merasa gagal di ajang pramusim tahun ini. Terlebih pria asal Brasil tersebut yang menangani Laskar Sape Kerrab sejak pertama kali terbentuk pada awal tahun 2016.
"Kalau saya pribadi sih dibilang kehilangan pasti kehilangan. Saya tidak lama dengan dia, cuma tiga bulan setelah pindah ke sini. Saya baru pertama kali ditangani dia, tetapi saya pikir dia pelatih bagus," tutur Beny.
"Saya kaget juga dengan keputusan yang diambil. Tetapi kalau itu buat Madura lebih bagus lagi mau bagaimana lagi. Ini sudah keputusan manajemen dan coach Gomes," tambahnya.
Bersama Gomes, Madura United hanya sanggup meraih tiga titel pramusim, yaitu Cilacap Cup, Magelang Cup, dan Suramadu Super Cup. Selain itu, dia juga membawa Madura United menempati peringkat ketiga ISC A 2016 dan peringkat kelima Liga 1 2017.(gk-62)



