Roy Keane, legenda Manchester United, memicu kejutan di dalam studio stasiun ITV setelah melontarkan pernyataan berani tentang Jude Bellingham, menyusul kemenangan telak timnas Inggris atas Kroasia dengan skor 7-0, menempatkan bintang Real Madrid itu pada posisi istimewa di antara para pesepakbola.
Keane mengatakan, dalam analisisnya atas pertandingan tersebut, bahwa Bellingham memiliki semua modal yang bisa membantunya menjadi salah satu pemain terhebat dalam sejarah sepakbola, seraya menegaskan bahwa untuk mencapai level tersebut ia pertama-tama harus menjauhi cedera dan menjaga keseimbangan mentalnya sepanjang kariernya.
Pernyataan mantan bintang Manchester United itu muncul setelah malam istimewa Bellingham menghadapi Kroasia, di mana ia tidak hanya mencetak satu gol, tetapi juga menyumbangkan 3 assist, menjadikannya salah satu elemen paling menonjol dalam kemenangan besar yang diraih timnas Inggris.
Pengaruh Bellingham tidak berhenti pada angka-angka ofensifnya, karena Keane juga menarik perhatian pada pergerakannya yang terus-menerus tanpa bola, serta kemampuannya membaca ruang dan bekerja keras untuk membantu rekan-rekannya, di samping kepribadian kepemimpinan yang kini ia tunjukkan di dalam lapangan meski usianya masih muda.
Ketika Keane berbicara tentang kemungkinan Bellingham mencapai jajaran pemain terhebat sepanjang masa, pembawa acara studio Mark Pougatch tampak terkejut dengan besarnya pujian itu, lalu bertanya secara langsung: "Benarkah? Sepanjang sejarah?", mengisyaratkan bahwa ucapan Keane melampaui sekadar menganggapnya salah satu pemain terbaik di generasinya.
Tanggapan Ian Wright datang lebih tegas, di mana Keane menyetujui penilaiannya, menganggap bahwa Bellingham memang memiliki potensi yang membuatnya mampu mencapai posisi istimewa jika terus berkembang seperti ini.
Ini bukan kali pertama Bellingham mendapatkan pujian besar sejak awal perjalanan Eropanya, setelah ia mencuri perhatian dengan kuat selama pengalamannya bersama Borussia Dortmund, sebelum melanjutkan kegemilangannya bersama timnas Inggris, terutama pada Piala Dunia 2022.
Sejak saat itu, nama Bellingham dikaitkan dengan perbandingan terhadap sejumlah legenda sepakbola Inggris, di antaranya Steven Gerrard, Frank Lampard, dan Paul Scholes, mengingat kemampuannya memadukan pencetakan gol, kreasi peluang, kehadiran fisik, dan pengaruh di berbagai area lapangan.

