Antonio Conte "membual" soal alasannya menolak tawaran pekerjaan dari Tottenham Hotspur awal musim panas ini, menurut bekas ketua Crystal Palace, Simon Jordan.
Conte akhirnya diresmikan sebagai manajer baru Spurs, Selasa (2/11), menggantikan Nuno Espirito Santo yang dipecat.
Tottenham sempat mengincar Conte sebelum pasrah memilih Nuno di awal musim panas ini, dan Jordan tidak memercayai alasan pelatih asal Italia itu menolak melatih Spurs.
Apa alasan Conte?
Begitu resmi diumumkan oleh Tottenham, Conte menjelaskan alasan mengapa ia tidak menerima pinangan klub asal London utara itu.
"Musim panas lalu kami belum berjodoh karena akhir hubungan saya dengan Inter Milan masih terlalu baru dan masih terlalu terlibat secara emosional dengan akhir musim mereka, jadi saya merasa itu belum waktu yang tepat untuk kembali melatih," ujar Conte kepada laman resmi Tottenham.
Ia juga menjelaskan peranan presiden Spurs, Daniel Levy, dalam memengaruhi keputusannya untuk menyebrang ke London utara.
"Tetapi antusiasme dan tekad Daniel Levy sudah menulari saya," imbuh Conte.
"Kini, saat kesempatan itu kembali hadir, saya memutuskan untuk mengambilnya dengan keyakinan besar."
Bualan belaka?
Mendengar itu, Jordan mencapnya sebagai bualan belaka dan merasa ada alasan lain di balik penolakan awal Conte.
"Conte bilang ia tidak bergabung dengan Tottenham karena mengalami masa sulit setelah meninggalkan Inter Milan – membual saja," ujar Jordan kepada talkSPORT.
"Kesepakatannya tidak cocok untuknya, keuangannya tidak cocok."
"Kini begitu Daniel Levy membungkuk – dalam artian Daniel akan memberikan apa yang ia inginkan – itu lebih masuk akal sebagai alasan."
"Tidak pernah, sepanjang pengalaman saya bersama Daniel, ada orang yang menyebutnya 'memiliki antusiasme dan tekad yang menular', kecuali tekadnya untuk menyeimbangkan neraca pembukuan."


