Euro 2020 telah memasuki perempat-final. Di antara seluruh empat pertandingan di tahapan ini, tentu pertandingan Belgia versus Italia paling menyedot perhatian publik.
Duel ini disebut-sebut sebagai final kepagian. Bukan tanpa sebab munculnya label demikian, mengingat laju kedua tim sepanjang turnamen begitu memesona dan meyakinkan. Namun, terasa lebih adil bila memandang laga ini sebagai arena pembuktian. Mengapa?
Kedua tim memang tampil trengginas selama babak kualifikasi. Persiapan mereka jelang kompetisi empat tahunan ini begitu matang, dengan menuai deretan hasil nan menjanjikan, yakni 14 kemenangan beruntun sejak kualifikasi hingga putaran final sekarang. Tak pelak, Italia dan Belgia diunggulkan untuk keluar sebagai juara Euro edisi kali ini.
Namun perlu diingat, Italia dan Belgia pada hakikatnya sedang dalam masa transisi.
Publik barangkali tak lupa, sebelum Euro 2020, terjadi kejutan hebat ketika Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2018. Para loyalis Gli Azzurri menilai kejadian ini sebagai "bencana" paling memalukan bagi negeri mereka.
Sementara Belgia, baru-baru meledak dalam beberapa tahun terakhir setelah tebentuk generasi emas polesan Roberto Martinez. Setelah menempati peringkat ketiga Piala Dunia 2018, Belgia sekarang berada di posisi pertama ranking FIFA.
Meski demikian, The Red Devils sejatinya belum sekali pun memenangkan trofi di turnamen mayor mana pun. Bahkan, dari 17 kali Euro bergulir, Belgia hanya terlibat enam kali, termasuk di edisi 2020. Prestasi tertinggi mereka di turnamen mayor adalah meraih perunggu di Piala Dunia tiga tahun lalu.
GettyAdapun Italia, tampak garang setelah direstrukturisasi oleh Roberto Mancini, sebelumnya memble. Masih hangat di ingatan suporter Italia saat laju skuad kesayangan mereka di Euro 2016 lalu hanya sampai perempat-final. Dejavu bisa saja terjadi, terlebih lawan mereka kali ini bukan tim 'kaleng-kaleng'.
Terakhir kali Italia juara Euro pada 1968, setelah itu, prestasi tertinggi mereka di turnamen antarnegara terbaik Eropa ini hanya sebatas perempat-final, setidaknya dalam dua dekade lebih.
Berangkat dari deretan fakta di atas, bijak untuk dikatakan bahwa duel ini bakal lebih seperti arena pembuktian ketimbang menyebutnya final kepagian.
Kedua tim harus benar-benar membuktikan status mereka sebagai tim favorit juara sejak awal kompetisi. Siapa pun yang merebut tiket ke semi-final, maka hopetesisnya mereka lah unggulan sesungguhnya.
Belgia tampil sempurna sepanjang fase grup dengan menyapu bersih seluruh tiga pertandingan dengan kemenangan cemerlang: Rusia [3-0], Denmark [2-1], Finlandia [2-0]. Di perdelapan-final, skuad Roberto Martinez sukses memulangkan sang juara bertahan Portugal 1-0.
Tak ubahnya Italia, yang di laga pembuka Euro langsung tancap gas dengan menerkam Turki 3-0, lalu melibas Swiss dengan skor sama, dan di partai pamungkas grup mengatasi Wales 1-0. Di babak 16 besar, Italia berjuang secara spartan lewat babak extra-time untuk menyingkirkan Austria 2-1.
(C)Getty ImagesBintang Belgia Axel Witsel menyeru kepada para pemain agar tampil tanpa kompromi menghadapi pasukan Mancini, mengingat mereka kemungkinan akan ditinggal dua pilar utamanya: Eden Hazard dan Kevin de Bruyne. Kondisi kedua pemain ini 50-50 untuk tampil di babak delapan besar.
"Ini akan jadi sebuah pertarungan, dan saya kira kami harus berani. Tidak seperti di 20 menit terakhir melawan Portugal, ketika kami sedikit menghentikan permainan kami," tegas penggawa Borussia Dortmund itu.
Kewaspadaan tinggi juga dipasang Italia, terutama menghadapi gempuran striker milik Inter Milan Romelu Lukaku. Georgio Chiellini tahu betul betapa berbahayanya rivalnya di Serie A Italia itu. Tapi lebih dari itu, dia melihat para pemain Belgia ibarat Lukaku-Lukaku lainnya.
"Kami semua respek pada Lukaku atas musim luar biasanya di Inter. Tapi tak bisa kita berpikir bahwa Belgia hanya tentang Lukaku. Mereka punya banyak pemain hebat dan kami akan mempersiapkan laga ini sebagaimana yang kami lakukan sebelumnya," seru Chiellini.
Menyandang status sebagai tim favorit bisa menghadirkan aneka efek. Semua tergantung bagaimana tim menerjemahkan label itu, apakah sebagai tekanan atau justru lecutan. Namun, duel Belgia Vs. Italia akan memberi kita gambaran gamblang siapa kandidat juara Euro 2020 sesungguhnya.
