Frank De Boer NetherlandGetty

Belanda Ditendang Republik Ceko, Frank De Boer: Satu Momen Menjungkirbalikkan Dunia

Frank de Boer menilai, Belanda gagal mengatasi saat-saat genting ketika berhadapan dengan Republik Ceko, termasuk tak mampu memulihkan diri setelah Matthijs de Ligt diganjar kartu merah.

Oranje, seperti diketahui, mengepak koper lebih dini dari Euro 2020 setelah dilibas Ceko dua gol tanpa balas.

Setelah membuntu di babak pertama, Belanda tak tentu arah ketika De Ligt diberi kartu merah seusai tinjauan VAR atas handball yang dilakukannya kala dia mengganjal pergerakan Patrik Schick yang tengah berupaya menusuk ke jantung pertahanan.

Insiden itu datang setelah pasukan de Boer menyia-nyiakan peluang emas, dengan Donyell Malen gagal melewati kiper Tomas Vaclik dalam situasi satu lawan satu.

"Kami menciptakan beberapa peluang, tapi olahraga ini dimainkan di level top," tutur de Boer setelah kekalahan 2-0 di Budapest.

"Satu momen bisa menjungkirbalikkan dunia. Ini adalah pelajaran yang sulit untuk diambil," lanjutnya.

Namun de Boer pasang badan terhadap para pemainnya. Menurutnya, ketersingkirkan Belanda adalah murni tanggung jawab dia sebagai pelatih kepala.

"Saya bertanggung jawab atas kekalahan ini dan saya akan memandang ke cermin," tegasnya.

"Itu bukan permainan terbaik kami, namun bukan berarti kami tidak mendominasi pertandingan," jelasnya.

Belanda menunjukkan intensitas mereka sepanjang turnamen empat tahunan ini, dan performa mereka tak berubah di Budapest, dengan wing-back seperti Denzel Dumfries dan Patrick van Aanholt memimpin penyerangan di babak pertama.

Namun terlepas dari semua peluang, Belanda tak pernah bisa mengetes Tomas Vaclik dan terlihat lini belakang skuad de Boer jadi lebih rentan setelah ditinggal de Ligt.

Setelah Tomas Holes membuka keran gol Ceko, de Boer berharap timnya tampil responsif dengan menerapkan taktik agresif. Tapi, ide itu akhirnya padam seiring Patrik Schick mencetak gol kedua di sepuluh menit terakhir.

Iklan
0