Meski Belanda berhasil memenangkan laga kontra Austria, Jumat (18/6) WIB, tapi legenda De Oranje Marco van Basten mengkritik salah satu pemain bertahan di skuad Frank de Boer.
Bintang Juventus Matthijs de Light mendapat komentar tentang permainannya dari van Basten, dengan bek tengah tersebut dinilai terlalu diam dan jarang mengomando rekan-rekannya dari belakang.
Mantan pemain Ajax itu juga mengungkapkan bahwa hijrahnya de Light ke Italia tidak membuatnya belajar banyak tentang bagaimana cara bertahan.
Apa yang dikatakan van Basten?
"De Light adalah bek tengah dan dia harus bisa memimpin lebih baik," kata van Basten di saluran NOS.
"Dia harus membuat dirinya didengar, dia harus menegaskan dirinya sendiri. Karena dia harus memimpin pertahanan."
"Dia hanya mengejar pemain dan membiarkan ruang terbuka lebar. De Light pergi ke Italia untuk belajar bagaimana bertahan, tapi saya rasa dia tidak belajar banyak di sana. Dan saya mengatakan sesuai dengan apa yang terjadi dilapangan."
Van Basten meyakini bahwa seorang pemain bertahan harus memiliki lebih banyak visi dan mampu mengontrol permainan dari belakang untuk bisa melakukan serangan.
Pola permainan yang dibangun dari belakang harus di pimpin oleh seorang bek tengah, karena jika seorang penjaga gawang lebih sering langsung mengirimkan bola ke depan, itu bukanlah hal yang positif.
Getty Images"Jika Anda melihat seberapa sering [Maarten] Stekelenburg harus mengirimkan bola panjang, dan karena hal tersebut tim tidak dapat membangun [permainan], itu bukanlah hal yang positif," tambahnya.
"Ini 50-50 untuk kedua tim dan itu menjadi semacam perebutan. Saya pikir jika Anda adalah pemain yang dominan, Anda harus memiliki lebih banyak visi dan mengontrol dari belakang untuk dapat bermain ke depan.''
"Selanjutnya Anda akan bisa mendominasi pertandingan, tapi hingga kini saya belum melihat hal itu darinya."
Apa selanjutnya untuk Belanda?
Belanda telah memastikan tiket untuk ke babak 16 besar Euro 2020, setelah menyapu bersih dua pertandingan pertama dan mengumpulkan enam poin yang membawa mereka menjadi pemuncak klasemen.
Di pertandingan terakhir, De Oranje akan menghadapi Macedonia Utara di Amsterdam Arena, Senin (21/6) WIB, membuat mereka tidak khawatir lagi tentang hasil imbang, kemenangan atau kekalahan karena tim asuhan de Boer berada di atas kertas.

