charyl Chappuis

Belajar Dari Situasi Charyl Chappuis Untuk Kasus Ezra Walian

Nama Ezra Walian mendadak ramai diperbincangkan setelah ada kabar yang menyebutkan bahwa sang penyerang naturalisasi asal Belanda tak bisa lagi memperkuat tim nasional Indonesia.

Jika demikian, maka akan sangat buruk bagi Ezra yang sudah menunjukkan kecintaannya pada Indonesia dan mendedikasikan segenap kariernya untuk negara kelahiran ayahnya yang berdarah Manado.

Seperti diketahui, sang pemain berusia 21 tahun terpaksa tak bisa membela timnas Indonesia di ajang kualifikasi Piala Asia U-23 2020 akibat terbentu regulasi kepindahan pemain dari satu negara ke negara lainnya.

Ini terjadi karena PSSI baru menerima permintaan dari Asosiasi Sepakbola Asia (AFC) agar mengirimkan dokumen dari Federasi Sepakbola Belanda (KNVB) yang menyatakan bahwa Ezra, sebagai pemain naturalisasi, belum pernah memperkuat timnas Belanda.

Ezra Walian - IndonesiaGoal / Abi Yazid

Namun berdasarkan respons KNVB, Ezra diketahui pernah bermain untuk timnas Belanda di panggung kompetitif level junior sebelum melakukan proses naturalisasi. Ajang kualifikasi Euro U-17 2014 pernah diikuti Ezra dengan saat itu ia mengemas lima gol saat membawa Belanda menang telak 12-0 atas San Marino.

Sebenarnya yang dialami oleh Ezra ini mirip dengan bintang Thailand, Charyl Chappuis. Sebelum memperkuat Thailand mulai dari level U-23 hingga senior, Chappuis pernah tercatat sebagai anggota timnas Swiss U-17 dan bahkan menjadi bagian tim yang sukses menjuarai Piala Dunia pada 2009.

Chappuis diketahui baru mendapatkan paspor Thailand pada 2013 ketika pindah dari Eropa ke Buriram United, atau dua tahun sebelum mendapat panggilan pertama dari pelatih Thailand saat itu, Windfried Schafer untuk menghadapi Lebanon dalam kualifikasi Piala Asia 2015.

charyl Chappuis

Ketika itu, sang gelandang juga sempat mendapat larangan tampil bersama Thailand dan itu terjadi karena federasi mereka (FAT) juga belum melaporkan dokumen soal perubahan status warganegara serta konfirmasi resmi dari Federasi Sepakbola Swiss (ASF-SFV) kepada FIFA.

"Turut sedih mendengar berita tentang Ezra, tapi saya mengalami masalah yang sama pada 2013 ketika saya pertama kali mendapatkan panggilan ke tim nasional," tulis Chappuis melalui laman Twitter jelang laga antara Indonesia U-23 lawan Thailand di kualifikasi Piala Asia U-23.

"Itu karena federasi Thailand tidak cukup mempersiapkan seluruh dokumen [yang diperlukan] kepada FIFA, jadi saya melewatkan pertandingan pertama saya lawan Lebanon. Saya harap segalanya akan baik-baik saja dan ia akan bermain untuk Indonesia di masa depan."

Kini, yang pasti, semua akan bergantung pada usaha PSSI untuk bisa memperjuangkan nasib Ezra agar mimpinya untuk tetap berkostum Merah Putih akan tetap berkibar.

ARTIKEL TOP PEKAN INI
1.UEFA Jatuhkan Sanksi Untuk Cristiano Ronaldo
2.Permen Karet Bekas Kunyahan Sir Alex Ferguson Laku Rp7 Miliar
3.Jose Mourinho Siap Comeback Setelah Tolak Banyak Tawaran
4.Maluku Kecam Penunjukkan Gusti Randa
5.50 Pelatih Terbaik Dunia Sepanjang Masa
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia
Footer Kualifikasi Piala Asia U23 2019
Iklan
0