AS Roma keluar sebagai pemenang Derby Della Capitale setelah mengalahkan Lazio dengan skor 2-0, Minggu (16/5) dini hari WIB tadi.
Sebelum pertandingan ini digelar, Roma arahan Paulo Fonesca tengah dalam performa buruk sebagaimana mereka menelan lima kekalahan dari sembilan laga terakhirnya di semua kompetisi.
Roma baru saja kalah 3-1 melawan sang juara Inter Milan di pekan sebelumnya, namun mereka bertekad untuk tidak mengulangi hal serupa saat jumpa rival sekota Lazio di Stadio Olimpico.
Di partai semalam, Roma mendapat tekanan terlebih dahulu ketika Luis Alberto melepaskan tembakan yang bisa ditepis kiper Daniel Fuzato.
Roma yang bertindak sebagai tuan rumah kemudian menyentak Lazio melalui serangan balik di menit ke-41. Berawal dari pergerakan Stephan El Shaaraway yang diteruskan Edin Dzeko, bintang internasional Bosnia itu lantas mengirim bola ke jantung pertahanan untuk dituntaskan Mkhitaryan yang berdiri tak terkawal.
Mkhitaryan kini telah mengemas 12 gol di Serie A musim ini, sebuah rekor baginya di lima liga top Eropa. Ia juga sukses menjaringkan gol di tiga laga beruntun untuk kali pertama di Serie A, setelah sebelumnya melakukannya di Liga Primer Inggris dan Bundesliga Jerman.
Roma baru menyudahi perlawanan tim tamu di menit ke-78, ketika pemain pengganti Pedro mencetak gol sensasional dari luar kotak penalti menggunakan kaki kiri.
Tercatat, Pedro adalah pemain tertua yang sanggup mengemas gol di partai derbi antara Roma dan Lazio di Serie A (33 tahun, 291 tahun), melewati capaian Miroslav Klose di usia 33 tahun, 129 hari.
Di tiga menit jelang bubaran, Lazio harus bermain dengan sepuluh orang setelah bek veteran Francesco Acerbi menerima kartu kuning keduanya.
Adapun berkat hasil ini, Roma tak beranjak dari urutan ketujuh dengan koleksi 61 poin dari 37 pertandingan, sedangkan Lazio tetap di posisi keenam setelah mengumpulkan 67 angka dari 36 laga perdana.




