LIPUTAN DONI AHMAD DARI MEDAN
Kehadiran Roni Fatahillah di lini pertahanan menjadi salah satu kunci PSMS Medan menumbangkan Persija Jakarta, Skor 3-1, di Stadion Teladan, Medan, Jumat (6/4) lalu. Terbuka kemungkinan, bek berusia 24 tahun ini menempati posisi reguler di lini pertahanan.
Roni mengatakan, menyerahkan semua keputusan kepada pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman. Dia siap kembali menjawab kepercayaan kalau memang dipercaya sebagai pemain inti.
Sebelumnya, dalam dua pertandingan awal musim ini, duet bek tengah selalu dipercayakan kepada Muhammad Roby dan Reinaldo Lobo. Roby bahkan menyandang peran sebagai wakil kapten di tim Ayam Kinantan.
"Kalau saya tergantung dari pelatih. Kalau dipercaya lagi jadi starter, pastinya saya siap. Tapi kalau pun tidak, saya support (dukung) teman yang main," kata Roni, kepada Goal Indonesia.
Pada laga itu, Roni bersama Lobo memang membuat Marko Simic dan kawan-kawan kesulitan menembus pertahanan PSMS. Tak jarang, tekel dan kemampuan Roni dalam duel udara membuat lini serang Persija frustrasi.
"Yang saya pikirkan kemarin itu bagaimana saya tidak memberikan ruang untuk dia (Simic) melakukan tendangan ataupun heading (sundulan), karena saya tahu dia sangat berbahaya. Akhirnya kami berhasil," tambah pemain yang pernah memperkuat Persibangga Purbalingga ini.
Eks bek PS Kwarta ini juga menolak jika hanya dirinya yang dianggap berhasil membendung Simic pada laga itu. "Kuncinya ada di tim semuanya. Ini kerja sama dari seluruh pemain yang telah bekerja keras memenangkan laga," katanya.
Musim lalu di Liga 2, Roni memang menjadi kunci di pertahanan. Direkrut sejak 16 besar, bek asal Garut ini mampu tampil konsisten dan berandil besar membawa PSMS lolos ke final hingga akhirnya promosi ke Liga 1 musim ini.(gk-71)
