Gelandang Paris Saint-Germain Georginio Wijnaldum mengaku kaget, keadaan di klub ibu kota Prancis berbeda juah saat dia memperkuat Liverpool. Meski begitu, dia bertekad menerapkan pengalaman suksesnya di Liverpool untuk PSG.
Pemain internasional Belanda tersebut hanya tampil sebagai starter dua kali bagi PSG sejak September sebelum membintangi tim saat bermain imbang kontra RB Leipzig 2-2 di lanjutan Liga Champions tadi malam berkat sepasang golnya.
Apa yang dialaminya di Les Parisiens mengingatkan dia saat hari-hari pertama mendarat di Anfield.
Wijnaldum bergabung ke PSG di bursa transfer musim panas ini secara gratis setelah kontraknya bersama The Reds tidak diperpanjang.
"Seperti yang sudah saya bilang, tim Liverpool telah bermain bersama selama bertahun-tahun. Ada banyak kemajuan dan perkembangan sebelum menjuarai Liga Champions," tutur Wijnaldum ketika disinggung apakah tim saat ini mengingatkan dia pada skuad Liverpool era 2019.
"Di PSG, terlihat sebagaimana musim pertama saya di Liverpool. Kami saling mencari. Hal terpenting adalah terbiasa dengan para pemain," tambah Wijnaldum.
"Sungguh sulit membandingkan dua tim ini [PSG dan Liverpool]," urainya.
Beberapa sumber di Prancis menyebut, Wijnaldum kesulitan menemukan 'klik' dengan para pemain lainnya, sehingga nama Leandro Paredes tetap dikedepankan di tim utama ketimbang dirinya.
Meski begitu, Wijnaldum berusaha memahami situasinya saat ini di PSG dan terus berupaya untuk beradaptasi.
"Di Liverpool, kami mengenal satu sama lain dengan baik. Kami membentuk tim yang sama selama lima tahun. Kami punya identitas sendiri, itu berbeda. Gaya mainnya juga," lanjut Wijnaldum.
"Di PSG, saya kira pelatih lebih senang ketika kami dirotasi, ketika kami tidak terus-terusan berada di posisi yang sama," katanya lagi.
"Di Liverpool, kami bersama-sama selama lima tahun dan di sini adalah tim baru. Saya harus terbiasa dengan rekan-rekan setim, ini adalah musim pertama kami bersama," tandasnya.




