Winger Bayern Munich Arjen Robben mengakui dirinya terpaksa meninggalkan Real Madrid pada 2009 karena dua alasan utama, yakni karena situasi politik di Santiago Bernabeu hingga kedatangan Cristiano Ronaldo.
Robben, 35 tahun, di akhir musim ini akan menyudahi karier sepuluh tahunnya bersama Bayern. Belasan gelar sudah ia raih selama berseragam Die Roten, termasuk delapan titel Bundesliga Jerman dan satu Liga Champions.
Dekade sukses di Allianz Arena tersebut bisa terwujud lantaran Robben menerima pinangan Bayern pada musim panas 2009 silam setelah situasi yang kurang menguntungkan bagi dirinya di Madrid.
Kala itu, Robben tengah bersinar dalam dua musimnya di ibu kota Spanyol. Namun, penunjukan kembali Florentino Perez sebagai presiden Madrid hingga diboyongnya Ronaldo dari Manchester United dengan rekor transfer membuat Robben memilih pergi.
"Segalanya menjadi sulit bagi saya, terutama karena pergantian presiden di Real," kata Robben kepada Goal.
"Sebetulnya saya merasa sangat nyaman di sana dan bermain baik. Namun ketika politik memainkan perannya dan membuat Anda dalam situasi terdesak, maka Anda harus bersikap tegas: tetap bertahan untuk berjuang atau pindah ke klub lain."
Getty"Jadi [saya pindah ke Bayern] bukan cuma karena Ronaldo. Perez kembali sebagai presiden klub. Lalu dia membeli Ronaldo, Kaka, [Karim] Benzema, dan Xabi Alonso. Real menghabiskan banyak sekali uang dan mereka juga berencana menjual beberapa di antara kami."
Pada akhirnya, Robben memutuskan hengkang ke Bayern meski ia berat hati meninggalkan Madrid. Robben mengakui dirinya butuh bujukan dari Mark van Bommel dan Louis van Gaal agar bersedia pindah ke Bavaria.
"Bukan keputusan mudah meninggalkan klub sebesar Madrid. Sebagai perbandingan, Bayern ketika itu tidak begitu sukses di Eropa. Saya selalu punya tujuan untuk memenangi Liga Champions. Pada akhirnya, pindah ke Bayern adalah keputusan terbaik dalam karier saya."






