Pelatih Barcelona Ronald Koeman membeberkan alasan kenapa dia terlibat ketegangan dengan bangku cadangan Juventus saat kedua tim bentrok di partai pamungkas fase grup Liga Champions.
Setelah Clement Lenglet divonis melakukan handball di kotak sensitif, para pemain dan staf Juventus di bangku cadnagan tidak hanya bergembira karena VAR memberikan penalti, tapi mereka juga memprovokasi agar sang bek diganjar kartu kuning kedua.
Hal ini yang membuat mantan pelatih tim nasional Belanda itu berang setengah mati.
Eks juru taktik Everton itu lantas bereaksi terhadap protes yang dilakukan orang-orang yang berada di bench Si Nyonya Tua. Koeman merasa sikap kubu Juventus berlebihan dan tidak pada tempatnya.
Tampak di televisi bagaimana Koeman bersitegang dengan Paulo Dybala dan beberapa anak asuh Andrea Pirlo.
Pertandingan ini sendiri pada akhirnya dimenangkan Cristiano Ronaldo cs dengan skor 3-0. Hasil positif ini memastikan skuad Pirlo lolos ke babak 16 besar sebagai juara grup, sementara klub Catalans berada di bawahnya.
Praktis, kekalahan ini merupakan hasil negatif kedua beruntun yang diterima Koeman setelah di akhir pekan kemarin mereka juga tak berdaya saat bentrok dengan tim lemah, Cadiz.
Selepas pertandingan, Koeman menjelaskan kronologi dirinya emosi lantaran gesture yang diperlihatkan para pemain Juventus di bangku cadangan mereka ketika pertandingan berjalan.
"Mereka [para pemain dan staf Juve] meminta kartu, meminta kartu [kuning kedua] untuk diberikan pada Lenglet," ungkap Koeman kepada jurnalis.
"Itu seperti cara-cara kotor, dengan meminta kartu [untuk diberi pada pemain]. Itu bukan bagian dari filosofi sepakbola," tandas pelatih yang pernah jadi juara Liga Champions bersama Barcelona ketika aktif bermain.
Di bawah komando Koeman, Los Blaugrana memang terbilang tampil kurang meyakinkan sepanjang musim ini. Di ajang La Liga Spanyol, mereka tersesat di urutan kesembilan setelah jumlah kemenangan mereka sama dengan kekalahan. Barca pun terpaut 12 poin dari pemuncak klasemen, Atletico Madrid.
Di Liga Champions, mereka harus pasrah mengakhiri fase grup sebagai runner-up.




