Pelatih PSG Mauricio Pochettino menegaskan, dirinya tidak pernah berpikir untuk menukangi Barcelona atau Real Madrid. Menurutnya, proyek PSG lebih ideal terhadap perkembangan kariernya.
Setelah dipecat dari kursi panas Tottenham Hotspur, Pochettino sempat menganggur. Namun di awal bulan ini, pria Argentina tersebut ditunjuk untuk menjadi suksesor Thomas Tuchel.
Tuchel sendiri merapat ke Chelsea, yang belum lama ini membebastugaskan legenda mereka, Frank Lampard.
Pochettino, yang pernah membawa Tottenham Hotspur runner-up Liga Champions, sempat beberapa kali dikaitkan dengan pintu Barca dan Madrid sebelum diresmikan PSG. Namun, diungkapkannya, PSG yang memberi tawaran paling konkret.
"Bukan itu masalahnya," jawab Pochettino kepada Marca, saat ditanya apakah sempat mendapatkan tawaran resmi dari Barca dan Madrid.
"Saya punya respek yang besar terhadap tim-tim yang menaruh minat pada staf kami. Saya memang mendapatkan kontak dari sejumlah klub," sambung Pochettino.
"Akan tetapi yang membuat saya merasakan cinta, juga karena karena adanya tawaran konkret, adalah PSG. Klub ini adalah proyek yang ideal bagi saya," jelasnya.
"Saya merasakan motivasi besar dan tanggung jawab. Saya berambisi untuk bekerja dengan baik dan membawa banyak hal ke proyek menarik ini. Saya beradaptasi dengan cepat terhadap keadaan dan para pemain," katanya lagi.
"Satu-satunya hal terpenting di sini adalah juara dan Liga Champions jelas menjadi obsesi bagi siapa pun," pungkas Pochettino.
Pochettino bukan figur asing bagi PSG. Semasa aktif sebagai pemain, dia pernah memperkuat klub ibu kota Prancis di periode 2001-2003, mencatatkan 70 penampilan dan mengemas empat gol.
