Barcelona Bikin Philippe Coutinho Terjebak Dalam Angan-angan "Pensiun Dini"

coutinho-202112310900(C)Getty images

Gelandang serang Aston Villa Philippe Coutinho mengakui, kepindahannya ke Barcelona gagal memenuhi ekspektasi. Meski begitu, dia tidak pernah merasakan penyesalan pernah berseragam Los Blaugrana.

Setelah melejit bersama Liverpool, Barca rela menggelontor uang secara masif untuk mengangkut bintang Brasil tersebut. Sayang, selama berkarier di Camp Nou, Coutinho lebih banyak menepi karena cedera.

Problem itu pula yang menghambat dirinya mencapai performa terbaik.

Di bursa transfer musim dingin lalu, Coutinho memutuskan bergabung dengan Villa pimpinan Steven Gerrard, yang tak lain adalah eks rekan setimnya di Liverpool.

Di tangan Gerrard, Coutinho perlahan-lahan mulai menemukan penampilan cemerlangnya, dengan dirinya mampu mengemas empat gol dan tiga assist. Di awal bulan ini, Villa memutuskan untuk mempermanenkan Coutinho dari Barca.

Coutinho bersuara mengenai mimpi buruk yang dialaminya selama berbaju Barca, bahkan sempat terbesit pikiran untuk gantung sepatu lebih awal.

"Barcelona bukanlah pengalaman yang saya harapkan. Namun, seperti itulah kehidupan. Satu-satunya waktu yang saya takutkan ketika saya mengalami cedera," katanya.

"Saya menepi selama sembilan bulan dan menjalani tiga kali operasi. Di saat itu, saya khawatir untuk bermain lagi dan hal-hal semacam itu. Namun, sekarang semuanya sudah normal. Saya sangat bahagia dan saya hanya ingin bertahan di sini," tegas sang bintang Brasil.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

"Saya tidak menyesali apa pun. Segalanya adalah bagian dari kehidupan, ada pasang dan surut. Mimpi saya dulu memang bermain untuk Barcelona sejak saya kecil. Namun, itu dulu dan saya menatap ke depan untuk masa depan saya di sini," urainya.

"Saya juga belajar banyak di masa-masa itu. Itu adalah momen yang sangat sulit bagi saya. Namun, itu membuat saya semakin kuat dalam hal mental. Itu sungguh penting bagi saya," pungkas Coutinho.