Dari jarak sekitar 20 meter di depan gawang Leicester City, Philippe Coutinho berdiri sambil memerhatikan pergerakan Kasper Schmeichel. Ada pagar betis yang membatasi bola dan gawang yang diincarnya, namun sang gelandang tampaknya kurang peduli. Tak lama kemudian, Little Magician mengambil ancang-ancang dua langkah kecil, lalu menyepak bola dengan kaki bagian dalam. Lengkungan indah tercipta, melewati lompatan para pagar betis, kemudian menyasar sudut gawang Schmeichel.
Pemandangan terciptanya gol kedua Liverpool itu tentu membuat siapa saja berdecak kagum, tapi bagi fans Liverpool, yang lebih melegakan justru momen berikutnya. Coutinho langsung berlari menyisir sudut lapangan, menghampiri tribun, kemudian melompat penuh semangat sembari mengepalkan tangannya ke udara. Reaksi Kopites seolah menunjukkan bahwa selebrasi itu lebih bermakna daripada golnya – mungkin, perayaan penuh gairah itulah yang sebenarnya dirindukan dari sang playmaker Brasil.
SIMAK JUGA - Klopp: Coutinho Telah Kembali!
Permainan Coutinho di King Power Stadium sejatinya menjadi nyawa atas daya gebrak Liverpool yang menggairahkan. Tiga gol dan rangkaian peluang yang diciptakan menunjukkan The Reds kian mematikan dari waktu ke waktu. Terlepas dari rapuhnya lini belakang dalam kemenangan 3-2 atas The Foxes, Coutinho menampilkan kreativitas tanpa henti dari pergerakan dinamisnya dan gairah inilah yang – percaya atau tidak – bisa menjadi kunci untuk sukses di musim 2017/18.
Getty ImagesSaga Transfer & Kecemasan Fans
Saga transfer Coutinho ke Barcelona sudah jadi rahasia umum. Media Inggris dan Spanyol gencar mengabarkan minat Blaugrana, begitu pula dengan sikap tegas Liverpool. Klopp sama sekali tak berniat membuka negosiasi dengan raksasa Catalan tersebut dan mempertahankan sang gelandang. Coutinho, sebagai pihak yang diperebutkan, dengan jelas menyatakan niatnya untuk hengkang dari Anfield.
Para fans Liverpool tentu dihadapkan pada dilema seandainya Coutinho berhasil dipertahankan. Di satu sisi, Cou adalah pemain terbaik Liverpool, tapi ada kemungkinan eks bintang Inter itu akan ngambek karena keinginannya tak terkabulkan. Bagaimana jika Coutinho main jelek? Bagaimana jika Coutinho dengan sengaja memperburuk performanya? Bagaimana jika Coutinho tak lagi bersemangat di Liverpool?
PSKecemasan ini sejujurnya merupakan hal yang wajar, apalagi Coutinho menunjukkan gerak-gerik yang mendukung asumsi tersebut. Tanda pertama terlihat ketika Coutinho dilaporkan absen karena cedera punggung, namun tiba-tiba tampil membela timnas Brasil. Banyak yang mengecamnya, seiring isu transfer ke Barcelona memanas, tapi Klopp sudah menutup pintu – berapa pun tawaran yang diajukan Blaugrana.
Pada akhirnya, tujuan Liverpool tercapai dan Coutinho tetap di Anfield, tetapi kecemasan tak musnah sepenuhnya dari atmosfer Anfield. Loyalitas Coutinho di Anfield tetap diragukan. Selain performa inkonsisten kontra Sevilla, Coutinho kedapatan minta diganti ketika The Reds bermain imbang 1-1 melawan Burnley di Liga Primer Inggris. Ada ketakutan sekaligus pertanyaan yang timbul: Apakah hati Coutinho – walau raganya masih – tak lagi bertahan di pinggir kali Merseyside?
Penyihir Cilik yang Mulai Panas
Di saat sebagian besar sangsi, ada satu sosok yang secara terbukan menyampaikan kepercayaan pada Coutinho, yakni Jurgen Klopp. Berulang kali, walau banyak yang ragu pada Coutinho, Klopp selalu pasang badang. Ia percaya sang gelandang hanya butuh beberapa menit bermain untuk mengembalikan ritme permainannya – dan ini bukan hanya soal taktik, tetapi juga ketetapan hati.
Ketika performa Coutinho buruk, wartawan langsung menyasar Klopp dengan pertanyaan perihal komitmen, tetapi Klopp tak goyah. “Phil sudah berlatih bersama kami dalam beberapa hari terakhir, tapi malam ini kami tidak beruntung dan ia belum mendapatkan ritme permainannya. Namun ini akan membantu karena ia sudah bermain dan ini akan membantu kami dalam jangka panjang, pasti,” ujarnya setelah performa cameo Coutinho dalam hasil imbang 2-2 kontra Sevilla.
SIMAK JUGA - Klopp Akui Lini Belakang Liverpool Jelek
Kepercayaan ini memang tak langsung berbuah, Coutinho kembali dikecam saat Liverpool ditahan imbang oleh Burnley, lalu dipermalukan oleh Leicester City. Adapun semua indah pada waktunya, dukungan Klopp akhirnya berbuah manis, Coutinho mencetak satu gol dan satu assist seiring The Reds menaklukkan King Power Stadium. Klopp pun tampak bangga ketika keputusan percaya pada Coutinho membuahkan hasil – tersirat pada komentar pascapertandingan kontra Leicester.
Getty Images"Saya tidak buta. Coutinho sudah jelas main bagus dan itu baik untuk kami. Kami pikir sudah melakukan hal yang tepat. Kami memberinya waktu bermain 45 menit [tengah pekan lalu], jadi ia bisa mendapatkan sedikit ritme, tapi itu tak terlalu intens," ungkap Klopp dalam konferensi pers. "Jujur saja, rasanya tidak tepat untuk menariknya keluar di laga tengah pekan. Namun demi hari ini, segalanya sempurna dan ia boleh bergembira atas performanya dan saya sangat puas terhadapnya."
Apa yang dikatakan oleh Klopp di laga-laga awal Coutinho tampaknya memang betul. Pemuda Brasil itu hanya butuh menit bermain untuk memanaskan mesinnya, untuk mendapatkan ritme permainannya kembali – baik secara fisik maupun psikis – bersama Liverpool. Tak hanya kembali, ritme yang terwujud dalam gairah kontra Leicester itu bisa menjadi senjata ampuh untuk menaklukkan Inggris dan Eropa.
Komitmen Coutinho, Kejayaan Liverpool (?)
Performa impresif Coutinho itu sejatinya merupakan manifestasi dari pernyataan akan komitmen di Liverpool beberapa pekan sebelumnya. Dalam wawancara dengan ESPN Brasil, Coutinho membenarkan adanya minat dari Barcelona dan ambisi pribadi untuk pindah ke Camp Nou. Meski begitu, sang bintang tak terlalu kecewa ketika ambisinya tak terwujud – karena Liverpool tak kalah besar dari Barcelona.
PS"Apa yang terjadi adalah saya menerima tawaran dan dalam hidup, kadang-kadang Anda tertarik pada satu hal dan kadang tidak, tapi dalam kasus saya, seperti yang orang tahu, saya tertarik dan begitu pula keluarga saya," ungkapnya.
"Itu adalah bulan yang berat bagi saya, tapi sekarang semua sudah selesai dan saya harus fokus untuk menjalani musim yang baik, membantu tim, berpikir tentang Liverpool dan tim nasional Brasil."
"Saya selalu menghormati Liverpool, para fans, para pemain, dan jajaran direksi. Merupakan sebuah kehormatan besar untuk menerima tawaran dari klub hebat, tapi adalah hal yang sama ketika saya akhirnya bertahan di sini. Liverpool adalah klub besar," pungkasnya.
SIMAK JUGA - Gerrard: Semoga Coutinho Bertahan
Komitmen ini mungkin terkesan sebagai janji manis Coutinho di tengah getir drama transfer yang batal terwujud. Adapun performa kontra Leicester membantah kesan negatif tersebut, malahan memberi harapan pada Kopites. Sang penyihir cilik telah menetapkan hatinya untuk Liverpool untuk musim ini dan gairahnya kembali di momen yang tepat, yakni laga Liga Champions kontra Spartak Moskwa, Rabu (27/9) dini hari nanti.
Kemungkinan terbaiknya adalah Coutinho tampil maksimal dan mempertahankan gairahnya di setiap pertandingan. Komitmen Coutinho menjadi salah satu alasan para fans Liverpool bisa mendambakan kesuksesan di awal musim yang gersang ini. Niscaya, dengan bimbingkan Klopp, megabintang Brasil itu bisa melampaui pencapaian Luis ‘El Pistolero’ Suarez yang mencetak 31 gol di musim 2013/14 dan performanya terkulminasi dalam gelar juara bersama Liverpool.





